Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai PHK Ngeri, Raksasa Paling Bernilai di Dunia Pangkas 1.500 Orang
    Insight News

    Badai PHK Ngeri, Raksasa Paling Bernilai di Dunia Pangkas 1.500 Orang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juni 2024Updated:5 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Fenomena PHK masih menghantui industri teknologi. Selama 6 bulan terakhir di 2024, para raksasa teknologi berbondong-bondong mengumumkan pemangkasan karyawan secara massal.

    Bahkan, Microsoft yang menjadi perusahaan paling bernilai setelah mengalahkan Apple tak lepas dari fenomena PHK. Pada pekan ini Microsoft mengumumkan gelombang PHK terbaru yang berdampak pada 1.500 orang. 

    Korban PHK tersebut merupakan tim Azure for Operators dan Mission Engineer, menurut laporan Business Insider.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Juru bicara Microsoft buka suara terkait hal tersebut. Menurutnya salah satu bagian penting dan rutin dilakukan adalah penyesuaian organisasi dan tenaga kerja.

    “Kami terus memprioritaskan dan melakukan investasi pada bidang pertumbuhan strategis untuk masa depan dan mendukung pelanggan dan mitra kami,” jelas juru bicara perusahaan kepada Reuters, dikutip dari Rabu (5/6/2024).

    Sebagai informasi Azure for Operators dan Mission Engineering adalah bagian dari organisasi Strategic Missions and Technologies. Tim tersebut dibentuk pada 2021 lalu.

    Laporan Business Insider mengungkapkan tugas dari Strategic Mission and Technologies adalah untuk menangani komputasi kuantum serta luar angkasa.

    PHK tersebut juga terjadi saat pertumbuhan Cloud Azure tengah bertumbuh tajam. Unit itu mendapatkan investasi besar pada AI dan aksesnya dengan teknologi OpenAI lewat kerja sama bersama ChatGPT.

    Reuters juga melaporkan Microsoft melakukan restrukturisasi mixed reality atau realitas campuran. Di saat bersamaan penjualan HoloLens2, headset augmented reality milik perusahaan, akan tetap dijual.

    Sebelumnya Business Insider menyebutkan penerus headset tersebut, HoloLens3 telah dibatalkan. Laporan tersebut diungkapkan pada tahun 2022 lalu.


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.