Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Internet Kabel RI Lelet Dibanding Starlink, Anak Buah Luhut Curiga
    Insight News

    Internet Kabel RI Lelet Dibanding Starlink, Anak Buah Luhut Curiga

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Juni 2024Updated:4 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Starlink dinilai tak akan bisa bersaing dengan layanan internet kabel milik perusahaan RI. Alasannya, kecepatan layanan internet satelit Starlink seharusnya tak akan bisa mengimbangi kecepatan layanan internet fiber optik.

    Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenkomarves Septian Hario Seto mengaku menerima laporan soal perusahaan internet yang sengaja memperlambat kecepatan internet.

    Ia mendengar cerita soal warga RI yang ingin memutus layanan internet kabelnya untuk pindah ke layanan Starlink. Penyedia layanan baru menaikkan kecepatan setelah pelanggan mengatakan akan berpindah ke Starlink.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Karena ada banyak cerita dari teman-teman saya, dia tadinya udah langganan satu paket internet gitu ya. Dia bilang mau putus, mau ganti ke Starlink tiba-tiba orang internetnya bilang Pak ini kecepatannya kita naikin, gitu. Jadi kan selama ini dan itu ada kenaikan harga gitu,” kata Septian dalam sebuah wawancara, Selasa (4/6/2024).

    Terkait persaingan, dia mengatakan tak semua masyarakat akan menggunakan layanan Starlink karena persoalan harga. Layanan Starlink dipatok cukup tinggi dibandingkan layanan operator seluler.

    Starlink membanderol layanannya mencapai Rp 750 ribu. Belum lagi harus membeli perangkat senilai Ro 7,8 jutaan.

    Berbanding jauh dengan yang ditawarkan operator seluler. Harga untuk layanan 30 GB-40 GB, dia mengatakan bisa dibanderol sekitar Rp 200 ribuan.

    Sementara itu, untuk internet fiber optik akan lebih disukai oleh masyarakat di kota besar. Starlink akan mengarah pada wilayah di luar itu, yakni daerah 3T atau belum memiliki akses internet yang memadai.

    “Misalnya untuk wilayah-wilayah pertambangan yang jauh dari pusat kota segala macem. Ya saya kira Starlink bisa digunakan di sini gitu ya,” ungkap dia.

    Menurutnya masuknya Starlink akan membuat peta kompetisi penyedia jasa internet lebih menarik lagi. Ini juga bisa menjadi opsi dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi untuk masyarakat.

    “Tentunya harapannya pelayanan masyarakat lebih bisa lebih baik, entah karena Starlink bisa melayani daerah-daerah terpencil atau tadi bisa mendorong perusahaan-perusahaan internet yang lain untuk memberikan pelayanan yang lebih baik gitu kan?” jelasnya.




    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.