Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»L’Oreal Buat Kulit Manusia di Lab yang Punya ‘Rasa’
    Insight News

    L’Oreal Buat Kulit Manusia di Lab yang Punya ‘Rasa’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Juni 2024Updated:3 Juni 2024Tidak ada komentar1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa produk perawatan kulit dan kosmetika, L’Oreal memamerkan teknologi pencetakan kulit sintetis yang diberi nama bioprinting. Perusahaan asal Prancis tersebut berambisi menciptakan kulit buatan yang meniru apa yang dirasakan manusia di kulitnya.

    L’Oreal menunjukkan teknologi bioprinting dalam konferensi Viva Technology di Paris. Teknologi ini sudah bertahun-tahun digunakan oleh L’Oreal untuk uji coba produk terbaru di laboratorium, menggantikan hewan percobaan.

    Produsen produk kecantikan tersebut mengklaim telah berhenti menguji coba produknya ke hewan laboratorium sejak 1989.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kepala inkubator teknologi L’Oreal, Guive Balooch, menjelaskan bahwa bioprinting adalah teknologi yang mengkombinasikan teknologi 3D printing dengan biologi untuk merekonstruksi berbagai jenis kulit.

    “Ini akan menjadi revolusi. Kami melakukannya secara internal dan dengan mitra eksternal,” kata Balooch kepada CNBC International, dikutip Senin (3/5/2024).

    Teknologi kulit ini membuat L’Oreal mampu meniru keragaman kulit manusia, termasuk kondisi kulit seperti eczema dan jerawat serta proses penggelapan karena sinar matahari dan penyembuhan luka.

    L’Oreal juga mulai mengembangkan teknologi kulit buatan sehingga bisa mereplikasi “perasaan” manusia di kulitnya, lewat kerja sama dengan startup dan institut penelitian.

    “Kami punya ide untuk menggunakan sensor sehingga, bukan hanya bisa menguji coba di kulit buatan, melainkan juga memberikan respons yang riil seperti apa yang terjadi saat produk dioleskan di kulit. Jadi tidak hanya bisa menganalisis ampuh atau tidak, tetapi respons indra perasa,” Balocch.




    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.