Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sebut Tidak Adil, Pengusaha Ungkap Perlakuan Spesial Buat Starlink
    Insight News

    Sebut Tidak Adil, Pengusaha Ungkap Perlakuan Spesial Buat Starlink

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Mei 2024Updated:3 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengusaha layanan satelit membeberkan sederet perlakuan spesial yang dinikmati Starlink dari pemerintah. Perlakuan spesial ini dinilai membuat perusahaan lokal sulit bersaing.

    Sekjen Asosiasi Satelit Seluruh Indonesia (ASSI) Sigit Jatiputro mengatakan banyak potensi persaingan yang tidak adil yang dirasakan oleh pengusaha lokal terkait masuknya Starlink ke Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sederet tanda persaingan tidak sehat tersebut disampaikannya dalam pertemuan di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

    Salah satunya adalah Starlink menawarkan layanan dan perangkat dengan harga yang jauh lebih murah di Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Harga layanan Starlink di AS 2,5 kali lebih mahal dari harga layanan di Indonesia.

    “Salah satunya adalah perbedaan harga di AS dan harga Starlink di Indonesia untuk layanan dua hal, yaitu residensial dan bisnis. Harga layanan yang di Indonesia jauh lebih murah dibanding dengan harga di negara asalnya,” kata Sigit.

    Kemudian, harga yang ditawarkan Starlink juga jauh di bawah harga layanan yang ditawarkan oleh perusahaan satelit lokal.

    “Di mana, harga saat ini memang baik dari sisi harga perangkat maupun harga jual jauh berbeda harganya Starlink dengan yang di lokal,” kata Sigit, Rabu (29/5/2024).

    Dia menjelaskan harga layanan dari pemain lokal paling murah senilai Rp 3,5 juta. Sebagai informasi Starlink membanderol Rp 750 ribu untuk paket paling dasar untuk pribadi dan bisnis paling murah senilai Rp 1,1 juta.

    Ini berdampak pada perusahaan lokal dengan harga yang berbeda jauh. Harga rendah membuat pemain yang sudah ada tidak bisa bertumbuh.

    Dia tak menyebut dengan pasti berapa persen penjualan karena Starlink baru resmi beroperasi di tanah air selama 1-2 minggu. Namun dalam waktu singkat, banyak pengguna yang telah beralih menggunakan layanan milik miliarder Elon Musk itu.

    “Terasa pelanggan baru pindah semua ke Starlink. Kalau dibilang berapa persen nanti kita lihat, tapi lebih signifikan banget,” jelasnya.

    Dia juga menyinggung soal hak labuh atau landing rights. Dia mempertanyakan aturan hak labuh yang didapatkan oleh Starlink.

    “Biasanya landing right di kami diberikan kepada setiap satelit yang baru meluncur. Misalnya, kami meluncurkan satelit GEO, itu satu satelit didaftarkan frekuensi dan prosesnya satu per satu. Nanti masa berakhirnya habis ketika sudah tidak ada satelitnya, atau 10 tahun bisa diperpanjang atau harus mengurus lagi,” ungkap Sigit.

    Di sisi lain, Starlink terus menambah satelit baru dengan spesifikasi baru tiap beberapa bulan. Menurutnya, Starlink harus memiliki izin untuk tiap satelit yang mereka gunakan di Indonesia.

    “Nah, kalau di Starlink, menurut kami ada sedikit perbedaan, yaitu dia mau meluncurkan seminggu 60 atau seminggu 100 nggak pernah [landing right lagi], dia hanya meluncurkan [satelit] landing right hanya sekali, walaupun spesifikasi satelitnya berubah. Dia hanya sekali. Kami merasa ada proses-proses yang sebenarnya enggak benar,” imbuhnya.



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.