Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jawaban Tegas Telkom ke DPR Soal Kemunculan Starlink di RI
    Insight News

    Jawaban Tegas Telkom ke DPR Soal Kemunculan Starlink di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Mei 2024Updated:31 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Telkom membeberkan soal kemunculan Starlink di Indonesia. Perusahaan juga meminta pemerintah bisa hadir dengan adanya bisnis internet berbasis satelit itu.

    Starlink diketahui membuka layanan langsung ke konsumen di Indonesia. Direktur PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Bogi Witjaksono menjelaskan negara perlu hadir mengatur layanan seperti Starlink.

    Menurutnya, Telkom tak bisa membendung kemunculan teknologi baru yang digunakan Starlink. Ia memperkirakan perusahaan dengan layanan serupa yaitu satelit orbit Bumi rendah (LEO) dalam waktu dekat akan menyusul masuk ke Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Satelit LEO ini tidak hanya Starlink tetapi dalam waktu dekat banyak sekali LEO masuk ke negara kita.” katanya dalam RDP dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (30/5/2024).

    “Dalam konteks ke pelanggan memang seperti disampaikan beberapa kali ini, perlu negara hadir.”

    Dia juga menegaskan operasional Starlink yang diluncurkan tahun ini tanpa melalui Telkomsat. Layanan milik perusahaan Elon Musk itu membuka akses melalui platform atau media internet kepada masyarakat yang ingin berlangganan.

    Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah juga mengatakan hal yang serupa. Telkomsat hanya menjadi mitra Starlink untuk segmen business-to-business (B2B) dalam layanan backhaul dan enterprises. Untuk backhaul kerja sama itu bersifat eksklusif, sementara enterprise terdapat mitra selain Telkomsat.

    Terkait layanan langsung ke konsumen atau Business-to-Consumer (B2C), Starlink melakukan sendiri. Telkom juga telah menawarkan bekerja sama dengan perusahaan itu dalam rangka membuka operasional B2C di Indonesia.

    Namun Starlink menolak tawaran tersebut. Alasannya perusahaan memiliki aturan bisnis tersebut akan dilakukannya sendiri.

    “Jadi sampai dengan saat ini yang diresmikan di Bali itu adalah segmen B2C yang dilakukan Starlink sendiri,” ujar Ririek.




    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.