Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Starlink Diskon Perangkat Hingga 40% Emang Boleh? Begini Kata KPPU
    Insight News

    Starlink Diskon Perangkat Hingga 40% Emang Boleh? Begini Kata KPPU

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Mei 2024Updated:30 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Starlink diketahui memangkas harga perangkat hingga 40%. Ini dilakukan tak lama setelah bos SpaceX, Elon Musk datang meresmikan layanan tersebut di Bali, Indonesia. Starlink memberikan diskon sebesar 40% perangkatnya hingga 10 Juni. Sekarang harganya dibanderol Rp 4.680.000 dari sebelumnya Rp 7,8 jutaan.

    Akademisi dari Universitas Indonesia, Ine Minara Ruky menyebut tidak ada aksi predatory pricing yang dilakukan Starlink terkait diskon tersebut. karena perusahaan telah menetapkan batas waktu harga khusus berakhir.

    “Kalau predator itu dalam jangka waktu yang tidak terbatas, sampai pesaingnya tersingkir,” kata Ine, ditemui di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Rabu (29/5/2024).

    Dalam kesempatan tersebut, Anggota KPPU RI, Eugenia Mardanugraha mengungkapkan harga murah bukan berarti predatory pricing. Menurutnya penawaran yang dilakukan juga belum masuk dalam kategori tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jadi bukan cuma untuk produk ini (Starlink) saja, tetapi untuk semua produk-produk di mana pesaing itu masuk dengan harga yang lebih murah itu belum tentu dan kemungkinan besar itu bukan predatory pricing,” kata Eugenia.

    Persaingan dalam dunia bisnis merupakan hal biasa. Termasuk masuknya pemain baru juga tak serta merta akan mengancam pemain lama dalam industri.

    Begitupun dengan Starlink yang baru diresmikan pertengahan bulan ini oleh pendiri SpaceX, Elon Musk. Baik operator seluler atau penyedia berbasis satelit lainnya belum tentu akan tersingkir.

    “Ketika ada pemain baru masuk tentu pemain lama itu, bukan terancam sih ya, maksudnya ada persaingan lah. Justru itu di situ malahan bagus bagi iklim usaha,” jelas Eugenia.



    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.