Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AI Google Sarankan Masak PIzza Pakai Lem
    Insight News

    AI Google Sarankan Masak PIzza Pakai Lem

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Mei 2024Updated:28 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google baru meluncurkan fitur pencarian web berteknologi kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat. Sayangnya, fitur baru ini banyak masalah, misalnya, menyarankan menggunakan lem sebagai bahan membuat pizza.

    Fitur AI baru di Google diberi nama AI Overviews. Jutaan pengguna di AS sudah bisa mencoba fitur ini di Chrome, Firefox, dan aplikasi Google.

    AI Overviews adalah menggunakan teknologi AI generatif, yang juga digunakan di ChatGPT, untuk membuat kesimpulan dari seluruh hasil pencurian. Contohnya jika pengguna mengetik “bagaimana cara menjaga pisang lebih awet”, Google tidak lagi hanya memberikan barisan link konten dan artikel terkait. Namun, AI akan membuat tulisan singkat berisi saran untuk menyimpan pisang di tempat yang adem, gelap, dan jauh dari buah lainnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, beberapa pengguna melaporkan Google memberikan jawaban yang aneh untuk beberapa pertanyaan. Beberapa saran Google bahkan disebut berbahaya.

    AI Overviews Google, misalnya, menyatakan bahwa “astronaut pernah bertemu kucing di Bulan, kemudian bermain dengan mereka, dan menyediakan merawatnya.”

    Contoh lainnya adalah rekomendasi ke pengguna untuk “memakan minimum satu batu kecil per hari” karena “bebatuan adalah sumber mineral dan vitamin yang vital.” Kemudian, Google juga memberikan resep pembuatan pizza dengan bahan lem sebagai topping pizza.

    Science Alert memperkirakan alasan Google mengeluarkan hasil yang aneh karena perangkat AI tidak bisa membedakan konten yang benar dan konten terpopuler.

    Google kemungkinan menyarankan untuk memakan batu karena perangkat AI-nya hanya menemukan satu artikel soal batu sebagai bahan makanan. Konten tersebut berasal dari artikel satir di media The Onion. Karena Google tidak bisa menemukan artikel lainnya sebagai bahan pembanding, AI Google menggunakannya untuk bahan kesimpulan.

    Permasalahan ini muncul karena AI Google tidak memiliki nilai, selayaknya manusia. Mereka belajar dan bertindak berdasarkan informasi yang dipanen dari internet.

    Keanehan serupa jarang muncul di Google Seach pada masa lalu karena Google sangat berhati-hati dalam memperkenalkan pembaruan di produk terpopulernya itu. Teknik yang mereka beri nama RLHF atau reinforcement learning from human feedback, digunakan untuk mengerahkan manusia untuk membuang hasil-hasil pembelajaran mesin yang aneh.

    Perbedaannya, kini Google harus mengejar ketinggalan mereka dari perusahaan yang sudah lebih dulu meluncurkan platform AI yaitu OpenAI dan Microsoft.

    Demi mengejar ketinggalan, Google sepertinya lebih longgar dalam teknologi AI yang disematkan di produk mereka.




    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.