Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Kasih Jawaban Sesat, CEO Pasrah Bilang Ini
    Insight News

    Google Kasih Jawaban Sesat, CEO Pasrah Bilang Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Mei 2024Updated:27 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Fitur AI Overview milik Google banjir kritikan. Ini terkait respon layanan tersebut yang sesat dan jauh dari konteks.

    Misalnya, AI Google meminta pengguna menggunakan lem tidak beracun untuk mengatasi masalah keju yang tidak menempel pada pizza. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kesalahan itu juga menodai reputasi mesin pencarian Google, Search. Produk itu dikenal luas dan banyak orang berharap AI milik Google bisa membawa manfaat pada pencarian informasi.

    Bos Google Sundar Pichai buka suara terkait masalah tersebut. Kepada The Verge, dia mengatakan kesalahan itu masih belum bisa terpecahkan.

    Meski tahu fitur AI-nya bermasalah, dia tetap percaya diri AI Overview akan membawa manfaat di masa depan.

    “Masih ada kesalahan pada sistem kami. Namun saya kita tidak bisa meremehkan manfaatnya di saat bersamaan,” kata dia dikutip dari Futurism, Senin (27/5/2024).

    Dia menambahkan Google telah membuat kemajuan pada sistem AI-nya. Pihaknya juga terus melakukan perbaikan, meskipun dia tak memungkiri adanya masalah yang belum diselesaikan.

    “Kami benar-benar membuat kemajuan saat melihat metrik faktualitas dari tahun ke tahun. Kami semua memperbaikinya, namun ini belum selesai,” jelas Pichai.

    Konsultan AI dan pakar SEO Britney Muller menjelaskan orang memiliki harapan AI lebih akurat dari metode tradisional. Namun ternyata fakta tersebut tidak benar.

    Dia juga menilai Google sangat berisiko berada di industri AI. Sebab berkompetisi dengan pemain besar termasuk dengan pembuat ChatGPT, OpenAI.

    “Google memainkan permainan berisiko dengan bersaing Perplexity dan OpenAI, saat mereka bisa mengembangkan AI untuk penggunaan lebih besar dan lebih bernilai di luar Search,” jelasnya.




    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.