Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Cuma Satu Foto Bisa Jadi ‘Deepfake’ Video Porno, AI Ngeri
    Insight News

    Awas Cuma Satu Foto Bisa Jadi ‘Deepfake’ Video Porno, AI Ngeri

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Mei 2024Updated:27 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Video porno buatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuat Amerika Serikat heboh. Isu video porno palsu buatan AI, yang biasa disebut deepfake, bahkan membuat wakil rakyat AS kebingungan.

    Menurut Politico, para anggota DPR dan Senat AS mulai ramai membahas isu deepfake setelah kasus pembuatan video porno seorang perempuan berusia 27 tahun di California. Seorang pria yang ajakan kencannya ia tolak, membuat video palsu menggunakan AI yang menggambarkan dirinya “melakukan hal tak pantas” dengan sang pria.

    Video tak senonoh tersebut kemudian disebar oleh sang pria ke media sosial. Gilanya, perempuan itu tak bisa melakukan apapun karena video yang dibuat menggunakan sosoknya ternyata tidak melanggar hukum. Akhirnya, ia harus menghapus semua akun media sosial miliknya dan mengadu ke LSM kekerasan seksual bernama SVPA untuk meminta bantuan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kasus perempuan non-selebritas ini mampu menarik perhatian para politisi di Washington DC melebihi kasus deepfake porno sosok terkenal seperti Taylor Swift dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

    “Seluruh pengalaman ini membuat trauma. Ia [pelaku pembuat deepfake] seharusnya menerima konsekuensi atas apa yang ia telah perbuat ke saya,” kata perempuan korban kepada Politico, dikutip Senin (27/5/2024).

    Omny Miranda Martone dari SVPA menjelaskan bahwa pengaduan soal penyalahgunaan AI makin banyak seiring dengan kemampuannya yang makin canggih.

    “Sebelumnya dibutuhkan 100-200 foto korban [untuk membuat video palsu], juga memerlukan komputer dengan daya besar serta kemampuan teknis yang canggih. Sekarang, cuma dibutuhkan satu atau dua foto,” kata Martone.

    SVPA kemudian mulai melakukan lobi ke 100 anggota kongres pada tahun lalu agar pembuat deepfake tanpa izin dihukum. 

    Namun, sebagian anggota DPR dan Senat AS masih ragu-ragu untuk membuat aturan baru soal AI. Pasalnya, lobi perusahaan bisnis AI juga sedang gencar-gencarnya di Kongres AS.

    Pemimpin Mayoritas di Senat, Chuck Schumer, baru meluncurkan rencana regulasi AI yang menyinggung deepfake dan privasi, tetapi tidak mencantumkan aturan spesifik. Sebaliknya, RUU tersebut justru mendorong pengucuran miliaran dolar AS untuk penelitian dan pengembangan AI.




    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.