Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Bakal Dirombak Total, Pengusaha Teriak Pendapatan Jeblok
    Insight News

    Google Bakal Dirombak Total, Pengusaha Teriak Pendapatan Jeblok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Mei 2024Updated:25 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Para pengusaha di dunia termasuk dari sektor penerbangan, hotel, dan pengecer mulai waswas menghadapi dampak rencana perombakan raksasa mesin pencari Google.

    Perombakan itu untuk memenuhi Undang-Undang Pasar Digital (Digital Markets Act/DMA) Uni Eropa. Google dan lima raksasa teknologi lainnya diminta patuh terhadap DMA yang tujuannya memberi pengguna lebih banyak pilihan. Selain itu, diharapkan DMA mampu menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat.

    Kendati demikian, sektor penerbangan, hotel, dan pengecer menyuarakan kekhawatiran bahwa penyesuaian tersebut bisa merugikan pendapatan mereka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Secara kolektif, para pengusaha menulis surat bersama yang ditujukan ke Kepala Antimonopolu UE Margrethe Vestager dan Kepala Industri UE Thierry Breton tertanggal 22 Mei 2024 lalu.

    “Industri mempunyai kekhawatiran serius bahwa solusi dan persyaratan penerapan DMA saat ini akan makin meningkatkan diskriminasi,” tulis mereka, seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/5/2024).

    Kelompok itu mengungkapkan bahwa terdapat risiko menurunnya pendapatan mereka lantaran harus memberikan lebih banyak keuntungan untuk perantara online imbas dari hak istimewa yang didapatkan.

    “Pengamatan awal menunjukkan bahwa perubahan ini berisiko sangat menguras pendapatan penjualan langsung perusahaan dengan memberikan lebih banyak keuntungan kepada perantara online karena perlakuan istimewa yang akan mereka terima,” kata mereka.

    Google dalam postingan blognya pada bulan Maret mengatakan bahwa perubahan pada hasil pencarian memberikan lebih banyak trafik kepada perantara dan agregator besar. Sementara itu, trafik akan makin kecil untuk hotel, maskapai penerbangan, pedagang, dan restoran.

    Hingga saat ini belum ada komentar lanjutan yang dikeluarkan oleh Google tentang perombakan aturan tersebut.

    “Kami prihatin bahwa penyelidikan ketidakpatuhan hanya merujuk pada kebutuhan untuk memperlakukan layanan pihak ketiga dengan cara yang adil dan non-diskriminatif, tanpa pengakuan apa pun terhadap bisnis Eropa yang juga menawarkan layanan mereka di Google,” kata kelompok tersebut.




    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.