Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramai Penipu Online Sedot Rekening Warga RI, Data Terbaru Parah
    Insight News

    Ramai Penipu Online Sedot Rekening Warga RI, Data Terbaru Parah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Mei 2024Updated:24 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Serangan siber terus terjadi dan jumlahnya kian mengkhawatirkan. Termasuk serangan yang terjadi untuk bisnis.

    Firma keamanan siber Kaspersky membagikan empat serangan yang terjadi di Indonesia tahun lalu. Pertama, phishing keuangan yang terjadi sebanyak 97.465 serangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Orang kalau biasanya dapat link, rata-ratanya pasti ingin klik apa isinya nanti pokoknya saya klik,” jelas Territory Manager Kaspersky Indonesia, Dony Koesmandarin ditemui dalam Kaspersky NEXT Launch & Enterprise threat of Indonesia, di Jakarta, Selasa (21/5/2024).

    Ada juga serangan lokal atau local threats. Tercatat 16,4 juta serangan yang diblokir sepanjang tahun lalu.

    Dony menjelaskan serangan lokal terjadi saat virus berpindah menggunakan perangkat seperti USB. Serangan ini lebih mudah karena kemudahan menggunakan perangkat untuk berbagi data.

    “Sekarang mau tuker kesini, pakai Bluetooth pakai apapun itu. Ribet kan? Saya cabut, nih copy deh. Dari dia colok USB,” kata dia.

    Serangan lainnya adalah RDP (Remote Desktop Protocol). Kaspersky mencatat 11,7 juta terdeteksi di Indonesia sepanjang tahun lalu dan tertinggi di Asia Tenggara.

    Ransomware juga masih menjadi serangan yang banyak terjadi. Setidaknya 97.226 serangan disebut berhasil digagalkan Kaspersky tahun 2023 lalu.

    Dony menjelaskan peluang serangan siber ke perusahaan masih sangat tinggi. Penyebabnya berasal dari dua hal, serangan yang kian canggih dan sumber daya manusia untuk menangkalnya.

    Dia mengatakan serangan dibangun bukan dengan membuat satu malware. Namun dengan melakukan riset celah keamanan yang bisa serang.

    “Dia cari dulu, explore dulu, riset dulu. begitu itu ketemu, oh ini ada celahnya ini,” ucapnya.

    Sementara sumber daya manusia, dia mengatakan tidak memiliki pengetahuan soal serangan itu. Selain itu satu orang juga harus menangani banyak serangan.

    “Kekuatan resource all people-nya sendiri juga tidak banyak punya knowledge untuk itu. Mungkin satu orang handle seribu, sakit kan kepalanya,” kata Dony.



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.