Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»7 Tips agar Anak Mau Terbuka kepada Orang Tua
    Inspiring You

    7 Tips agar Anak Mau Terbuka kepada Orang Tua

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman22 Mei 2024Updated:22 Mei 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seperti diketahui, tidak semua anak khususnya remaja mau berbagi cerita dengan orang tua. Alasannya beragam, mereka takut dihakimi, dimarahi dan mendapat ceramah.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Apabila ini dibiarkan, hal tersebut dapat membuat hubungan anak dan orang tua jadi merenggang. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara khusus untuk mengatasi kondisi ini.

    Melansir dari laman Today’s Parent, hubungan yang terbuka antara anak dan orang tua umumnya terjadi sebelum anak-anak berada di usia remaja. Hal ini turut diungkapkan oleh pelatih parenting di Vancouver, Julie Romanwoski.

    Julie mengungkapkan bahwa keterampilan berkomunikasi sudah tertanam dalam diri anak sejak masa bayi dan balita. Ketika bayi menangis dan Anda menggendong mereka, itu menunjukkan bahwa Anda adalah seseorang yang dapat mereka andalkan.

    Berikut adalah tips agar anak mau terbuka dengan Anda, dihimpun dari berbagai sumber.

    1. Ajukan pertanyaan spesifik
    Pada anak yang belum berusia sekolah, mereka mungkin sulit mengungkapkan perasaan dan menceritakan berbagai hal karena masih sulit menuangkannya dalam sebuah kalimat ringkas. Karena itu, orang tua perlu bertanya dengan lebih spesifik.

    Menurut Julie, ada baiknya orang tua bertanya seperti, ‘Apa yang lebih kamu sukai hari ini? Waktu ngemil atau waktu berkumpul dengan teman?’.
    Tidak hanya itu, Anda juga bisa bertanya pertanyaan umum seperti, ‘Dengan siapa kamu bermain hari ini?’ atau ‘Apa yang kamu nyanyikan hari ini?’.

    2. Jangan langsung interogasi anak
    Ketika anak sudah mulai pergi ke sekolah, jangan langsung interogasi mereka dengan berbagai pertanyaan saat sampai di rumah. Faktanya, anak juga sudah menerima berbagai pertanyaan dari guru di sekolah.

    Luangkan waktu selama beberapa menit agar moodanak kembali dan Anda dapat menjalin hubungan dengan mereka.

    Jadi, alih-alih langsung bertanya, lebih baik katakan, ‘Hai, Nak, Ibu kangen nih karena kamu sekolah. Sini Ibu bantu bawakan tasnya’. Dengan begitu, mereka akan berpikir bahwa, ‘Ah, Ibu ternyata sangat mendukungku’.

    3. Luangkan waktu di malam hari
    Julie menyarankan agar orang tua meluangkan waktu di malam hari, tepatnya setelah makan malam. Duduk dan lakukan berbagai aktivitas bersama walaupun hanya 10 menit.

    “Anda memberi mereka pesan bahwa Anda siap membantu mereka,” tutur Julie.

    4. Jadilah pendengar yang baik
    Seiring dengan bertambahnya usia anak, orang tua tidak akan hadir secara fisik secara terus menerus. Meski begitu, orang tua tetap dibutuhkan untuk memberikan dukungan emosional.

    Hal yang harus dilakukan adalah orang tua yakni tetap harus menjadi pendengar yang baik. Meski sulit, pastikan tetap fokus pada apa yang dikatakan anak.

    5. Bicaralah di dalam mobil
    Mengutip dari laman Parents, meja makan dianggap sebagai tempat ideal bagi orang tua untuk mengobrol dengan anak-anaknya. Namun, duduk bertatap muka secara langsung terkadang bisa membuat anak menutup dirinya.

    Mobil adalah tempat yang baik untuk berbicara dengan anak di usia ketika mereka beranjak besar. Tidak perlu melakukan kontak mata karena anak mungkin akan merasa tidak nyaman.

    6. Adakan pertemuan khusus
    Adakan pertemuan khusus dengan anak setidaknya sebulan sekali. Tidak hanya itu, pastikan orang tua bisa menonton acara TV bersama setidaknya seminggu sekali agar anak tetap mendapatkan waktu berkualitas bersama kedua orang tuanya.

    7. Lakukan kegiatan bersama
    Begitu anak mulai sekolah, mereka sadar bahwa orang tua memperhatikan cara mereka belajar dan bergaul dengan orang lain. Mereka juga paham bahwa mereka sedang diawasi atau mungkin merasakan suatu tekanan.

    Perasaan cemas ini akan membuat anak enggan menceritakan detail tentang kesehariannya. Jadi, cobalah libatkan anak dengan aktivitas tertentu seperti bermain game atau membaca buku bersama. Melakukan aktivitas bersama dapat membantu anak merasa tidak terlalu diawasi.



    Artikel Selanjutnya


    Kesalahan Orang Tua yang Bikin Anak Susah Sukses, Hindari!

    (Sumber: CNBC.com )


    Ide Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.