Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Di Depan Jokowi, Elon Musk Membayangkan Bumi Tanpa Matahari
    Insight News

    Di Depan Jokowi, Elon Musk Membayangkan Bumi Tanpa Matahari

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Mei 2024Updated:20 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Matahari diketahui sebagai sumber kehidupan di Bumi. Sinar Matahari yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu membantu banyak hal yang di dunia ini.

    Namun, apa yang terjadi jika Matahari berhenti menyinari Bumi? Sudah ada banyak teori tentang kemungkinan itu. Termasuk miliarder Elon Musk yang mencoba menjawab pertanyaan itu.

    Dia mengatakan Bumi akan membeku dan menyebutnya seperti mangkuk es yang gelap. Tanpa Matahari, Bumi akan jadi tempat yang dingin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jadi jika Anda berpikir tentang apa yang terjadi ketika bumi tidak ada matahari, Bumi akan menjadi mangkuk es gelap yang membeku,” kata Musk saat menjawab pertanyaan di gelar World Water Forum, Bali, Senin (20/5/2024).

    Elon Musk menjadi pembuka ajang World Water Forum 2024, sebelum resmi dibuka oleh Presiden Jokowi.

    “Ini akan sangat tidak menyenangkan. Sangat dingin dan gelap. Tapi karena matahari, tapi suhu kita cukup bagus dan cukup menyenangkan,” imbuhnya.

    Jawaban ini merujuk pada pernyataannya soal kemampuan energi surya yang masih dipandang sebelah mata. Padahal kehadiran Matahari sangat penting untuk seluruh dunia.

    “Dan matahari menggerakkan hampir seluruh ekosistem bertenaga surya,” ungkapnya.

    Dia mencontohkan sinar Matahari yang sampai ke permukaan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik yang mencapai satu gigawatt per kiilometer. Ini bisa menyinari bagian Bumi yang tidak tersinari Matahari sepanjang waktu.

    Dalam kesempatan itu, dia merekomendasikan memberikan kombinasi tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan energi dunia. Ini bisa dikombinasikan dengan baterai maupun tenaga angin.

    “Namun besarnya tenaga surya yang tersedia seringkali tidak dipahami dengan baik. Tapi perhitungannya sangat jelas. Jadi saya sangat merekomendasikan kombinasi tenaga surya dan baterai, atau angin dan tenaga surya yang dapat memenuhi semua kebutuhan energi dunia. Banyak sekali,” jelas dia.




    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.