Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Pembunuh Google Bikin Waswas, Bos Besar Turun Tangan
    Insight News

    Aplikasi Pembunuh Google Bikin Waswas, Bos Besar Turun Tangan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2024Updated:19 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google turun tangan untuk mengusut penggunaan data pada platform OpenAI. CEO Sundar Pichai mengatakan pihaknya menyelidiki jika data yang dilatih berasal dari konten YouTube.

    Laporan New York Times menyebutkan OpenAI mengambil data dari konten di YouTube. Terdapat transkrip lebih dari satu jam video yang diambil dari platform tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pichai tak merinci apakah pihaknya akan menuntut OpenAI jika memang ada pelanggaran persyaratan layanan perusahaan. Dia hanya mengatakan Google akan menyelesaikan kasus ini dan mencari tahu apakah ada pelanggaran dalam kasus ini.

    “Menurut saya, pertanyaan itu harusnya mereka yang jawab,” kata Pichai, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (16/5/2024).

    “Saya tidak bisa menambahkan komentar apapun. Dan saya pikir normal kami biasanya berinteraksi dengan perusahaan dan memastikan mereka memahami persyaratan layanan kami,” ungkapnya menambahkan.

    Sementara itu dalam wawancara bulan Maret lalu, kepala teknologi OpenAI Mira Murati juga membicarakan soal ini. Dia mengatakan tidak yakin data yang dilatih pada Sora, model skala besar milik perusahaan, menggunakan konten YouTube.

    Diketahui, OpenAI dan Google baru saja mengumumkan pengembangan AI dalam produknya pada minggu ini. OpenAI memperkenalkan model GPT-4o yang dapat berbincang dengan manusia.

    Percakapan dengan model AI tersebut lebih realistis. Bahkan asisten AI dapat menganalisa lawan bicaranya.

    Pelanggan ChatGPT Plus dapat mencoba versi awal mode tersebut dalam beberapa minggu ke depan.

    Berselang satu hari setelah OpenAI, Google menyelenggarakan acara pengembang tahunan Google I/O. Acara itu juga berfokus pada AI, termasuk memperkenalkan Veo untuk membuat video sintetis.



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.