Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Temukan Jadwal Kiamat Dipercepat di Batang Pohon
    Insight News

    Ilmuwan Temukan Jadwal Kiamat Dipercepat di Batang Pohon

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2024Updated:17 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Peneliti menemukan bukti bahwa ‘kiamat” pemanasan global sudah makin parah. Musim panas 2023 terbukti merupakan periode terpanas dalam 2.000 tahun terakhir atau sejak kelahiran Yesus Kristus.

    Untuk mengukur suhu Bumi, manusia saat ini mengandalkan data satelit. Namun, data suhu yang diambil dari satelit hanya tercatat dalam 50 tahun ke belakang. Begitu juga catatan temperatur di wilayah tertentu. Catatan suhu tahunan tertua adalah pada tahun 1850.

    Ulf Buntgen dari University of Cambridge dan tim menggunakan pendekatan berbeda untuk mengetahui suhu Bumi. Hasil analisis mereka atas lingkar pohon, garis serupa cincin terlihat dari potongan batang pohon, menunjukkan bahwa periode 2023 adalah periode paling panas paling tidak dalam 2.000 tahun terakhir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Besar lingkar pohon, menurut IFLScience, menggambarkan kondisi lingkungan yang dialami oleh pohon pada tahun tertentu. Di area yang memiliki sumber air berlimpah, perbedaan suhu antara satu tahun dengan tahun lainnya terlihat lebih jelas. Buntgen mengandalkan data dalam jumlah besar untuk membangun rekaman cuaca tiap tahun. 

    “Melihat sejarah dengan sangat panjang, Anda bisa lihat betapa luar biasanya pemanasan global di periode sekarang. 2023 adalah tahun yang sangat panas, tren ini akan terus berlanjut jika gas rumah kaca tidak dikurangi secara besar-besaran,” kata Buntgen.

    Hasil analisis Buntgen dan tim menunjukkan beberapa tahun ekstrem dalam 2.000 tahun terakhir. Cuaca paling dingin terjadi pada tahun 536. Musim panas pada tahun tersebut lebih rendah 3,93 derajat Celcius dibanding tahun lalu.

    Penelitian juga menemukan bahwa kenaikan temperatur pada awal revolusi industri jauh lebih rendah dibanding periode saat ini. Sekali lagi menunjukkan, betapa parahnya kondisi sekarang. Berdasarkan data Buntgen, musim panas 2023 lebih panas 2,07 derajat Celcius dibanding periode 1850-1900.

    Data baru ini membuat target kenaikan suhu yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris 2015 dan pengukuran keparahan “pemanasan global” berdasarkan kesepakatan tersebut, juga tidak tepat. 

    Berdasarkan data yang disepakati di Paris, 2023 lebih panas 1,52 derajat Celcius dibanding periode 1850-1900. Namun berdasarkan data Buntgen, selisih antara musim panas tahun lalu dan periode sebelum revolusi industri adalah 2,2 derajat Celcius.

    “Betul iklim selalu berubah, tetapi pemanasan pada 2023, yang disebabkan oleh gas rumah kaca dan diperparah oleh El Nino, menyebabkan gelombang panas dan periode kekeringan yang lebih panjang. Ini menunjukkan sangat penting untuk segera mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Jan Esper dari Johannes Gutenberg University Mainz.

    Penelitian Buntgen menggambarkan bahwa musim panas 2023 adalah musim terpanas sejak era Yesus Kristus dan jadwal “kiamat perubahan iklim” jauh lebih pendek dari yang dipercaya sebelumnya.




    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.