Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Tanda Kiamat di Bumi Makin Jelas, Elon Musk Dituduh Biang Kerok
    Insight News

    Tanda Kiamat di Bumi Makin Jelas, Elon Musk Dituduh Biang Kerok

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2024Updated:16 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tesla diseret ke meja hijau oleh lembaga nirlaba bernama ‘Environmental Democracy Project’ (Proyek Demokrasi Lingkungan). Lembaga tersebut menuduh produsen mobil listrik milik Elon Musk gagal mematuhi aturan ‘Clean Air Act’ (Undang-Undang Udara Bersih) di pabrik perakitan Tesla di Fremont, California, Amerika Serikat.

    Dalam gugatan yang diajukan di pengadilan federal di San Francisco, Tesla disebut melanggar aturan ratusan kali sejak Januari 2021, sehingga menyebarkan polusi berbahaya ke lingkungan sekitar pabrik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tuduhan itu menjadi kontradiktif karena salah satu daya jual yang digembar-gemborkan Tesla adalah manfaat mobil EV terhadap lingkungan, demikian dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (16/5/2024).

    Pabrik manufaktur Tesla telah lama dikecam oleh para penggiat lingkungan selama bertahun-tahun. Tesla berada di peringkat 89 pada daftar 2023 Toxic 100 Air Polluters, sebuah studi tahunan oleh Institut Penelitian Ekonomi Politik di University of Massachusetts di Amherst. Artinya, Tesla menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar yang berkontribusi pada ‘kiamat’ perubahan iklim di Bumi.

    Badan Perlindungan Lingkungan mendenda Tesla US$ 275.000 pada tahun 2022 karena perusahaan gagal untuk mengukur, melacak, dan mengelola emisi atau untuk meminimalkan polutan udara dari operasi pengecatan di fasilitas tersebut.

    Secara terpisah, Tesla digugat oleh 25 wilayah di California karena penanganan bahan limbah berbahaya di fasilitas di seluruh negara bagian awal tahun ini.

    Di Jerman, para pemerhati lingkungan telah memprotes pembukaan hutan Tesla untuk membangun pabrik di luar Berlin, serta konsumsi air perusahaan.

    Gugatan terbaru di California menggambarkan pelanggaran lingkungan Tesla yang terjadi secara berkelanjutan dan menujukan bahwa penduduk serta karyawan di daerah sekitarnya telah terpapar jumlah polusi udara yang berlebihan, termasuk nitrogen oksida, arsenik, kadmium, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

    Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar.



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.