Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Raja HP Terbaru di RI 2024, Bukan Samsung-Vivo-Xiaomi
    Insight News

    Raja HP Terbaru di RI 2024, Bukan Samsung-Vivo-Xiaomi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2024Updated:16 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pedagang HP Indonesia akhirnya bisa pesta pora. Firma riset IDC melaporkan pertumbuhan pasar HP di Tanah Air meningkat 27,4% secara tahun-ke-tahun (yoy) dan 11,5% secara kuartal-ke-kuartal (qoq).

    Sebanyak 10 juta unit HP terjual di kuartal pertama (Q1) 2024. IDC mencatat pertumbuhan yang signifikan ini didorong momen Ramadan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah beberapa kuartal mengalami penurunan konstan, vendor akhirnya mengisi kembali inventarisnya dan bersiap menghadapi pertumbuhan di Q1 2024.

    HP premium dengan harga US$ 600 (Rp 9,5 jutaan) tumbuh 12,8% yoy dan dipimpin oleh iPhone yang diproduksi Apple, dikutip dari laman resmi IDC, Kamis (16/5/2024).

    Sementara itu, segmen menengah (mid-range) dengan kisaran harga US$ 200 (Rp 3,2 jutaan) hingga di bawah US$ 600 mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 73,4% yoy.

    Pada segmen mid-range, Apple, Samsung, Vivo, dan Xiaomi berkontribusi paling besar.

    Sementara itu, segmen bujet (low-end) dengan harga di bawah US$ 200 juga tumbuh 17,8% dan dipimpin oleh Transsion (Infinix, Itel, Tecno).

    Pangsa pasar HP 5G juga makin besar mencapai 28,2% dari yang sebelumnya 17,6% pada periode yang sama tahun 2023. Hal ini didorong makin banyaknya vendor yang merilis portofolio produk 5G.

    Peningkatan penjualan HP 5G paling besar didorong oleh Oppi, Vivo, Xiaomi, dan Samsung sebagai pemimpinnya.

    “Vendor akan terus memanfaatkan momentum ini melalui ekspansi channel, pemotongan harga, strategi marketing, sembari menghadapi tantangan eksternal seperti tingginya biaya komponen dan manufaktur, pelemahan rupiah, serta situasi geopolitik yang masih tak menentu,” kata Research Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia.




    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.