Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Spyware Bobol WhatsApp & iPhone Bikin Cemas, Israel Bertindak
    Insight News

    Spyware Bobol WhatsApp & iPhone Bikin Cemas, Israel Bertindak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 November 2021Updated:27 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Israel memangkas daftar negara yang bisa membeli teknologi sibernya. Ini menyusul kekhawatiran adanya penyalahgunaan alat peretasan yang dijual NSO Group berupa spyware Pegasus (aplikasi mata-mata) ke luar negeri.

    Kabar ini datang dari laporan surat kabar keuangan Israel, Calcalist pada hari Kamis kemarin. Ada sejumlah negara yang masuk dalam daftar larangan tersebut menurut laporan seperti Meksiko, Maroko, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

    Sebelumnya ada 102 negara yang bisa membeli teknologi tersebut. Namun setelah larangan menurun menjadi hanya 37 negara saja, dikutip dari Reuters, Jumat (26/11/2021).

    Menanggapi laporan tersebut, Kementerian Pertahanan Israel tidak mengonfirmasi soal pencabutan lisensi. Namun hanya mengatakan pihaknya mengambil ‘langkah-langkah yang tepat’ saat persyaratan penggunaan diatur dalam lisensi dilanggar.

    Sejak bulan Juli, Israel dalam tekanan untuk mengendalikan ekspor spyware. Saat itu sekelompok organisasi berita internasional melaporkan Spyware Pegasus telah digunakan untuk meretas ponsel jurnalis, pejabat pemerintah dan aktivis hak asasi manusia di beberapa negara.

    Atas laporan itu, Israel melakukan peninjauan kebijakan ekspor dunia maya yang dikelola Kementerian Pertahanan.

    Keempat negara yang dilaporkan dicabut lisensi pembeliannya oleh Israel tadi pernah disebut oleh Amnesty International dan Citizen Lab Universitas Toronto beberapa waktu lalu. Maroko dan UEA tahun lalu menormalkan hubungan dengan Israel tahun lalu, serta Arab Saudi dan Meksiko masuk dalam daftar negara penggunaan Pegasus terkait dengan pengawasan politik oleh lembaga tersebut.

    NSO Group telah membantah melakukan kesalahan. Mereka menyebut hanya menjual tools buatannya pada pemerintah dan lembaga penegak hukum, serta memiliki perlindungan dalam mencegah penyalahgunaan.

    Atas keputusan itu, NSO juga merasa kecewa. Sebab perusahaan mengatakan teknologinya “mendukung kepentingan dan kebijakan keamanan nasional AS mencegah terorisme dan kejahatan”.

    Dalam laporan berbeda, Apple juga baru saja memasukkan tuntutan hukum ke NSO Group minggu ini. Produsen iPhone itu menuding Spyware Pegasus mengekspos pelanggan untuk diretas.

    Sebelumnya, Chief WhatsApp Will Cathcart mengatakan pejabat senior di seluruh dunia menjadi incaran spyware Pegasus dalam 1.400 serangan terhadap pengguna WhatsApp di 2019, menurut laporan Guardian.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.