Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Ajak Ribut Pemerintah Australia, Begini Hasil Akhirnya
    Insight News

    Elon Musk Ajak Ribut Pemerintah Australia, Begini Hasil Akhirnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2024Updated:14 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus Elon Musk dan pemerintah Australia masuk babak baru. X, Media sosial milik miliarder itu diberikan penangguhan hukuman dari pengadilan setempat terkait penghapusan rekaman serangan penikaman di Sydney.

    Sebelumnya pada April lalu, Hakim Geofrrey Kennett memutuskan media sosial itu harus menyembunyikan semua rekaman serangan teroris. Namun keputusan barunya menyebutkan tidak akan memperpanjang perintah tersebut, dikutip dari Yahoo Finance, Senin (13/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kennett tak memberikan alasan keputusan terbarunya. Sementara itu, pihak X dan pemerintah Australia akan bertemu di pengadilan pada hari Rabu mendatang waktu setempat.

    Keduanya akan bertemu untuk sidang kasus. Pada akhir tahun mendatang, mereka akan kembali ke pengadilan untuk sidang lebih lanjut.

    Video serangan penikaman pada April lalu sempat beredar luas di media sosial. Pemerintah setempat meminta semua platform menghapusnya.

    Namun X, khususnya sang pemilik Musk menentang permintaan Australia menghapus konten tersebut. X menyembunyikan dari pengguna Australia, video tetap bisa dilihat oleh pengguna global.

    Tindakan X membuat pemerintah Australia dan Musk terlibat pertikaian sengit. Musk menilai Australia berusaha mengawasi internet dan menyensor kebebasan pendapat.

    Sebaliknya, Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut pengusaha itu sebagai orang yang sombong. Karena menganggap berada di atas hukum Australia.

    “Dia miliarder Amerika Serikat yang menganggap dirinya berada di atas hukum Australia,” ungkap Albanese.




    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.