Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Diskon ‘TikTok Shop’ Hajar Ecommerce China, Brand Kosmetik Rugi
    Insight News

    Diskon ‘TikTok Shop’ Hajar Ecommerce China, Brand Kosmetik Rugi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2024Updated:13 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Warga China makin hobi membeli barang di Douyin, platform video pendek serupa TikTok. Pergeseran ini tak hanya membuat raksasa ecommerce China pusing, tetapi juga menyudutkan perusahaan brand besar seperti L’Oreal and Estee Lauder.

    Douyin dan TikTok adalah aplikasi video pendek yang sama-sama dimiliki oleh ByteDance. Aplikasi Douyin tersedia untuk warga China, sedangkan TikTok bisa digunakan oleh pengguna di seluruh dunia kecuali China.

    Menurut Reuters, pemilik brand makin banyak menghabiskan pengeluaran pemasaran mereka untuk berjualan di platform live streaming seperti Douyin dan beralih dari platform ecommerce seperti Tmall milik Alibaba dan JD.com. Perusahaan riset eMarketer menyatakan penjualan di Douyin tumbuh hingga 60 persen sepanjang 2023. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pertumbuhan pesat juga dibukukan oleh PDD Holdings yaitu induk usaha Pinduoduo dan Temu. Kedua platform menawarkan barang dengan harga diskon di pasar China dan global. Pendapatan PDD Holdings melesat 123 persen pada kuartal terakhir 2023.

    Kompetisi adu murah ini membuat strategi Alibaba dan JD.Com buyar. Alibaba dan JD.com dalam beberapa tahun terakhir sedang berusaha menarik transaksi produk premium ke platform ecommerce dengan menyediakan produk seperti iPhone, Estee Lauder, hingga Tiffany & Co.

    Kedua raksasa ecommerce kini harus mati-matian mempertahankan pangsa pasar di produk premium dan produk murah. Alibaba menyediakan produk premium lewat Tmall, sedangkan produk harga murah diarahkan ke platform marketplace Taobau.

    “Selama konsumen masih sangat memperhatikan harga, kebijakan tersebut akan memperlambat pertumbuhan pendapatan dan mengikis margin laba,” kata analis dari S&P, Cathy lai.

    Tahun lalu, Alibaba dan JD.com mengucurkan miliaran yuan untuk subsidi diskon dan voucer di berbagai event penjualan online. Namun, pendapatan di Alibaba hanya terangkat 2 persen, sedangkan JD.com cuma naik 3,6 persen.

    Managing Director Digital Luxury Group, Jacques Roizen, tren adu diskon di ecommerce China juga “membunuh” laba brand kosmetik ternama seperti L’Oreal and Estee Lauder. Ecommerce padahal menyumbang hingga 40 persen penjualan kedua perusahaan di China.

    “Pada titik tertentu brand harus sadar bahwa mereka tidak menghasilkan uang [di platform ecommerce harga murah],” katanya.

    Menurutnya, situasi perang harga di China bakal merugikan perusahaan ecommerce dan brand.

    “Bukannya mengambil peluang dengan memanfaatkan platform yang lebih tepercaya dan premium, Alibaba malah bertaruh dengan diskon dan promosi, menjanjikan harga terbaik dan semacamnya. Bagi saya, ini adalah perlombaan sampai ke titik terbawah,” kata Roizen.



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.