Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investor Muak Banyak ‘Karyawan Nganggur’ di Google, Gajinya Selangit
    Insight News

    Investor Muak Banyak ‘Karyawan Nganggur’ di Google, Gajinya Selangit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Mei 2024Updated:13 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google sebagai salah satu raksasa teknologi global menjadi impian bagi banyak orang. Pekerjanya dinilai sebagai orang-orang yang sangat berbakat di bidang teknologi.

    Namun kisah itu tak sepenuhnya benar. Laporan Fortune tahun lalu menyebutkan banyak pekerja Google yang tidak bekerja atau menghabiskan waktu secara percuma.

    Bahkan gaji tinggi yang didapatkan juga tak menjanjikan mereka bekerja seperti yang dibayangkan. Sumber Fortune memberikan contoh bagaimana para karyawan menghabiskan waktunya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Salah satunya adalah beberapa karyawan menggunakan hari-hari kerja untuk belajar diving. Mereka yang bekerja setingkat manajer pun sama. Dilaporkan para manajer akan menghabiskan waktunya memarahi kandidat yang terlalu banyak bertanya.

    Apa yang terjadi di Google ternyata juga terjadi di banyak perusahaan besar, yaitu banyak mempekerjakan karyawan untuk “pekerjaan omong kosong”. Perusahaan-perusahaan itu diketahui memiliki jumlah pekerja mencapai lebih dari 10 ribu orang.

    “Google merupakan contoh luar biasa dalam hal ini. Menurut saya tidak gila percaya separuh staf kerah putih Google tidak melakukan pekerjaan nyata,” kata General Partner di Andreesen Horowitz, David Ulevitch dikutip dari Yahoo Finance, Senin (13/5/2024).

    Fortune melaporkan Google tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar terkait masalah ini.

    Para pekerja yang tidak bekerja ini bisa merugikan perusahaan. Ulevitch mengatakan bisa mengurangi keuntungan bagi pemegang saham.

    Karena pada kenyataannya, para pekerja itu tetap gaji. Belum lagi fakta, mereka akan mengantongi uang yang jauh lebih besar dari program pensiun lainnya.

    “Perusahaan menghabiskan miliaran dolar per tahun untuk proyek yang tidak menghasilkan lebih dari satu dekade. Semua uang itu bisa dikembalikan pada pemegang saham,” jelasnya.




    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.