Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gempa Makin Sering, Peneliti Ungkap Gumpalan Misterius di Inti Bumi
    Insight News

    Gempa Makin Sering, Peneliti Ungkap Gumpalan Misterius di Inti Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Mei 2024Updated:9 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti makin curiga bahwa tabrakan dahsyat antara Bumi dan objek seukuran Mars yang dijuluki ‘Theja’ meninggalkan ‘gumpalan misterius’ yang terkubur di inti Bumi.

    Peristiwa tabrakan Bumi dan Theja terjadi sekitar 4,5 miliar tahun lalu. Akibat insiden tersebut, banyak material-material baru yang tercipta dan membantu pembentukan Bulan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan Washington Post, para peneliti juga curiga gumpalan-gumpalan yang terkubur ini memicu perkembangan tektonik.

    Sebagai informasi, tektonik merupakan proses geologi dalam pembentukan kehidupan di Bumi. Hingga kini, tektonik masih memicu gempa dan fenomena gunung berapi.

    Dalam dokumen terbaru yang dipublikasikan di jurnal ‘Geophysical Research Letters’, para peneliti memisahkan antara gumpalan misterius dari tabrakan Bumi dan Theja, dengan lempeng tektonik modern.

    “Dampak tabrakan yang dahsyat bukan alasan utama pembentukan Bulan. Jika hal ini benar, maka insiden itu juga berdampak besar pada kondisi di Bumi,” kata salah satu peneliti dari California Institute of Technology, Qian Yuan, dikutip dari Byte, Rabu (8/5/2024).

    Tim peneliti mengkaji teori seputar gumpalan yang terkubur di dalam mantel Bumi. Gumpalan itu tercipta dari bahan yang berbeda dari lingkungannya.

    Para peneliti percaya bahwa sekitar 200 juta tahun setelah tabrakan terjadi, gumpalan-gumpalan ini memicu bulu mantel yang kuat. Hal ini kemudian memicu subduksi, yakni proses lempengan kerak Bumi tenggelam di bawah lempengan lain.

    Namun tidak semua ilmuwan yakin dengan teori ini. Beberapa mempertanyakan apakah manusia bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi selama miliaran tahun.

    “Harus dipahami bahwa tak ada bukti yang cukup kuat untuk mengetahui apa yang terjadi dalam periode geologis Archean [yang berakhir 2,5 miliar tahun lalu],” kata ilmuwan dari University of Maryland, Michael Brown.


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.