Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Xi Jinping Minta Taksi Online China Delisting dari Bursa AS
    Insight News

    Xi Jinping Minta Taksi Online China Delisting dari Bursa AS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 November 2021Updated:26 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Regulator China baru saja meminta para eksekutif di perusahaan taksi online Didi Global untuk menyusun rencana delisting dari bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street. Kabar ini datang dari laporan Bloomberg News.

    Mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, alasan permintaan itu karena khawatir adanya kebocoran data sensitif, dikutip Reuters, Jumat (26/11/2021).

    Laporan Bloomberg News juga mengatakan proposal yang sedang dipertimbangkan itu termasuk mengenai privatisasi langsung atau saham yang beredar di bursa Hong Kong, diikuti dengan delisting dari bursa AS.

    Jika privatisasi terjadi, maka pemegang saham akan ditawari harga IPO US$14 per saham. Bloomberg News menuliskan penawaran lebih rendah tak lama setelah IPO pada Juni lalu dapat memicu tuntutan hukum atau resistensi para pemegang saham.

    Reuters menuliskan baik Didi dan Administrasi Cyberspace China tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar.

    Hubungan Didi dengan pemerintahan Xi Jinping tidak akur, setelah perusahaan ride hailing itu tetap melakukan listing (pencatatan saham) di New York. Padahal regulator mendesak Didi untuk menunda sementara rencana tersebut.

    Seorang sumber kepada Reuters mengatakan penundaan dengan alasan untuk meninjau soal keamanan siber pada praktik data yang dilakukan.

    Cyberspace Administration of China (CAC) melakukan penyelidikan atas Didi tak lama setelah listing dilakukan. Penyelidikan itu dengan alasan pengumpulan dan penggunaan data yang dilakukan perusahaan.

    Didi disebut melalukan pengumpulan data secara ilegal, lembaga itu juga memerintahkan toko aplikasi menghapus 25 aplikasi seluler yang dioperasikan oleh perusahaan itu.

    Saat itu, Didi mengatakan telah menghentikan pendaftaran pengguna baru. Perusahaan menambahkan juga akan membuat perubahan dalam rangka mematuhi aturan keamanan dan perlindungan data nasional, serta berjanji melindungi hak pengguna.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.