Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Bangun Jalur Kereta di Bulan, Manusia Segera Pindah dari Bumi
    Insight News

    NASA Bangun Jalur Kereta di Bulan, Manusia Segera Pindah dari Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Mei 2024Updated:7 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – NASA sedang merencanakan untuk membangun jalur kereta melayang di Bulan. Ini dilakukan demi menunjang kehidupan manusia jika benar-benar akan pindah ke permukaan Bulan.

    Jika manusia pindah, maka diperlukan alat untuk menyalurkan sumber daya di Bulan. Sebab, tidak semuanya dapat dibawa dari Bumi. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Untuk itu, NASA menyiapkan proyek kereta di bulan disebut FLOAT, singkatan dari Fleksibel Levitation On A Track. Tujuannya untuk menyediakan transportasi muatan yang otonom, andal, dan efisien.

    Selain itu, FLOAT juga dapat digunakan untuk memindahkan muatan ke dan dari zona pendaratan pesawat ruang angkasa ke pangkalan, serta mengangkut tanah bulan (regolit) dari lokasi penambangan ke tempat pengambilan sumber daya atau tempat tanah tersebut digunakan untuk konstruksi, demikian dikutip dari IFL Science, Selasa (7/5/2024).

    Menariknya, jalur kereta di Bulan tidak tetap. Gulungan tersebut dibuka langsung ke regolit bulan, sehingga FLOAT memerlukan persiapan lokasi yang minimal.

    Robot yang melayang akan bergerak di atas rel, dan tidak memiliki roda atau kaki merupakan keuntungan karena mereka tidak harus berhadapan dengan regolit yang tajam.

    Jalurnya yang fleksibel terbuat dari lapisan grafit yang memungkinkan levitasi diamagnetik. Sementara itu, sirkuit fleksibel menghasilkan gaya dorong elektromagnetik.

    Meskipun robot-robot tersebut mungkin memiliki ukuran yang berbeda-beda, tim memperkirakan bahwa 100 ton material dapat dipindahkan beberapa kilometer setiap harinya.

    FLOAT merupakan salah satu dari enam Konsep Lanjutan Inovatif NASA (NIAC) yang telah berpindah ke fase II. Lainnya termasuk sistem propulsi baru untuk mengirim astronaut ke Mars dengan cepat dan konsep teleskop ruang angkasa cair.

    Untuk FLOAT, fase II akan fokus pada perancangan dan pembuatan versi sistem yang diperkecil untuk diuji pada lingkungan yang mirip dengan Bulan, serta pemahaman yang lebih baik tentang dampak lingkungan pada lintasan dan robot, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk mengubahnya untuk bisa mewujudkan konsep ini menjadi kenyataan.

    “Konsep yang beragam dan mirip fiksi ilmiah ini mewakili kelas studi Fase II yang fantastis,” kata John Nelson, Eksekutif Program NIAC di Markas Besar NASA di Washington, dalam sebuah pernyataan.

    “Rekan-rekan NIAC kami tidak pernah berhenti membuat kagum dan menginspirasi, dan kelas ini jelas memberi NASA banyak hal untuk dipikirkan mengenai apa yang mungkin terjadi di masa depan,” imbuhnya.

    Proyek-proyek ini menerima dana sebesar US$600.000 untuk melanjutkan penyelidikan kelayakannya. Pemimpin FLOAT adalah Ethan Schaler, dari Jet Propulsion Laboratory NASA. Jika sistem ini terus menunjukkan kemampuannya, iya mungkin akan menjadi infrastruktur penting di Bulan pada tahun 2030-an.




    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.