Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Olimpiade Paris 2024 Terancam Chaos, Ini Biang Keroknya
    Insight News

    Olimpiade Paris 2024 Terancam Chaos, Ini Biang Keroknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Mei 2024Updated:7 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Olimpiade Paris 2024 terancam diserang oleh para hacker. Ini merupakan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal keamanan siber.

    Pihak penyelenggara memperkirakan akan ada serangan besar pada Olimpiade musim panas ini, yang berlagsung 26 Juli hingga 11 Agustus. Untuk itu, panitia bekerja sama dengan Badan Keamanan Informasi Nasional Perancis (ANSSI), serta perusahaan keamanan siber Cisco dan Eviden, sebagai upaya membatasi dampak serangan siber.

    “Kita tidak bisa mencegah semua serangan, tidak akan ada Olimpiade tanpa serangan tapi kita harus membatasi dampaknya terhadap Olimpiade,” kata Vincent Strubel, direktur jenderal ANSSI, dikutip dari Reuters, Selasa (7/5/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada 500 lokasi, tempat kompetisi, dan kolektif lokal, dan kami telah menguji semuanya,” imbuhnya.

    Strubel yakin Olimpiade Paris 2024 akan siap menghadapi serangan siber karena dikendalikan dari pusat operasi keamanan siber di lokasi yang dirahasiakan.

    “Olimpiade menghadapi tingkat ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, namun kami juga telah melakukan persiapan yang belum pernah terjadi sebelumnya, jadi saya pikir kami selangkah lebih maju dari para penyerang,” katanya.

    Untuk memastikan keamanan itu, Paris 2024 telah membayar “peretas etis” untuk menguji sistem mereka dan menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu mereka melakukan triase terhadap ancaman.

    AI, kata Franz Regul, direktur pelaksana TI Paris 2024, dapat membantu mereka membedakan antara gangguan dan bencana. Ia memprediksi jumlah kejadian keamanan siber akan 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan Olimpiade di Tokyo 2021 yang lalu.

    Sementara itu menurut Eric Greffier, kepala kemitraan di Cisco, jarak waktu selama empat tahun sama dengan satu abad dalam hal kemanan siber.

    Pada 2018 lalu, virus komputer yang dijuluki “Olympic Destroyer” digunakan dalam serangan pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

    Meskipun Moskow membantah terlibat, Departemen Kehakiman AS pada 2020 mengatakan bahwa mereka telah mendakwa enam peretas badan intelijen Rusia atas tindakan peretasan selama empat tahun yang mencakup serangan terhadap Olimpiade Pyeongchang.

    “Menyebutkan nama-nama penyerang potensial bukanlah peran kami, melainkan peran negara,” kata Strubel.

    Bulan lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan dia yakin Rusia akan dengan kejam menargetkan Olimpiade Paris.

    Olimpiade ini akan berlangsung di tengah kondisi global yang kompleks, termasuk perang Rusia di Ukraina dan konflik Israel dengan Hamas.




    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.