Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Profesi Pilot Bakal Punah, AS Sudah Punya Penggantinya
    Insight News

    Profesi Pilot Bakal Punah, AS Sudah Punya Penggantinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Mei 2024Updated:6 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) makin serius mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan militer. Targetnya, pada 2028 mendatang ada lebih dari 1.000 pesawat perang tanpa awak yang diperasikan AI.

    Baru-baru ini, AS telah meluncurkan uji coba jet tempur F-16 yang dikontrol oleh AI. Jadi, tak ada lagi manusia yang berperan sebagai pilot.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam uji coba tersebut, Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall duduk di kursi depan, dikutip dari AP, Senin (6/5/2024).

    Sebagai informasi, AI sejatinya telah dikembangkan untuk kebutuhan militer sejak awal 1990-an. Angkatan Udara (Air Force) adalah institusi yang paling banyak bergantung pada teknologi tersebut.

    Namun, perkembangannya memang masih terbatas kala itu. Ke depan, dengan maraknya pengembangan AI untuk komersil, sektor militer juga ikut mendorong teklogi masa depan tersebut lebih jauh lagi.

    Pada pengujian di fasilitas pangkalan udara Edwards Air Force, beragam simulator dan alat pengintaian digunakan dalam melatih agen AI untuk menerbangkan jet tempur.

    “Ada risiko keamanan jika kita tidak memiliki [teknologi AI di militer]. Pada poin ini, kita harus memilikinya,” kata Kendall.

    Pengontrol AI pada jet tempur F-16 dinamai ‘Vista’. Alat tersebut bisa terbang dengan kecepatan tinggi lebih dari 550 mil per jam. Kemampuan itu hampir menyamai pilot manusia yang biasa mengendarai F-16.

    Setelah menyaksikan langsung kemampuan pilot AI, Kendall mengatakan optimis bisa memercayai militer AU dengan tool tersebut.

    Kendati demikian, penggunaan AI dalam alat perang masih menjadi kontroversi di berbagai lapisan masyarakat. Beragam organisasi juga mengecam hal tersebut.

    Namun, Kendall berdalih tetap ada manusia yang akan mengawasi sistem AI ketika senjata digunakan.

    Penggunaan AI pada sektor militer dikatakan akan meningkatkan keamanan, menghemat biaya, dan lebih efektif dalam mengatur strategi.




    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.