Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Awas Penipuan WhatsApp Kuras Rekening, BSSN Ungkap Modusnya
    Insight News

    Awas Penipuan WhatsApp Kuras Rekening, BSSN Ungkap Modusnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Mei 2024Updated:5 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) mengungkap bahwa phising menjadi modus penipuan yang paling sering dilakukan untuk menguras rekening korban melalui WhatsApp.

    Adapun phising merupakan suatu tindakan penipuan di dunia maya yang dilakukan penyerang dengan menyamar sebagai lembaga resmi untuk mencuri informasi sensitif seperti kata sandi, nomor kartu kredit, atau data pribadi dari korban.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Serangan phishing pada nasabah bank sering dilakukan dengan modus penipu berpura-pura menjadi bank dan mengirim pesan palsu yang meminta data pribadi atau keuangan nasabah.

    “Biasanya korban akan terkecoh dan memberikan info sensitifnya, sehingga penipu dapat mencuri uang atau data pribadi milik korban,” tulis BSSN dalam situs resminya, dikutip Kamis (2/5/2024).

    Penipu biasa melancarkan aksinya melalui pesan palsu, seperti email, Pesan WhatsApp, atau SMS. Tujuan dari penyerangan ini adalah untuk memperoleh informasi pribadi, seperti kata sandi atau nomor kartu kredit, dengan mengarahkan nasabah ke situs palsu yang tampak sah.

    Penipu akan mengirimkan informasi melalui akun WhatsApp dengan menyertakan lampiran seolah-olah resmi untuk meyakinkan nasabah bahwa pesan tersebut berasal dari pengirim yang sah dan menyertakan tautan yang mengarah ke halaman phishing.

    Berikut beberapa contoh tautan yang mengandung phishing perbankan:

    • hxxp[:]//from-ubahtarif-bni46[.]squarespace[.]com/

    • hxxp[:]//perubahan-tarifnormal-danamon[.]squarespace[.]com/

    Data sensitif pertama yang diminta oleh penipu yaitu nomor telepon milik nasabah. Setelah nasabah memasukkan nomor telepon serta memilih tarif yang ditawarkan, penipu kemudian akan meminta informasi mengenai alamat email serta password dari alamat email milik korban.

    Informasi terakhir yang diminta penipu adalah PIN ATM dari nasabah. Setelah berhasil mendapatkan seluruh informasi, penipu akan mengarahkan nasabah ke akun WhatsApp bisnis milik penipu kembali.

    Dampak dari serangan ini bisa sangat merugikan, karena penipu dapat mengakses akun korban dan mencuri dana atau data pribadi yang penting.

    Langkah Mitigasi yang bisa Anda lakukan sebagai berikut:

    • Gunakan keamanan lapis ganda seperti menerapkan 2FA pada akun online yang dimiliki.

    • Hati-hatu dalam mengakses link yang tidak dikenal.

    • Waspadai pesan WhatsApp yang meminta Anda untuk memperbarui informasi pribadi atau

    menawarkan penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.

    • Pastikan Anda mengakses situs web rekening bank atau kartu kredit Anda dengan mengetikkan

    URL secara langsung di peramban Anda.

    • Jangan membagikan informasi pribadi Anda kepada siapapun yang meminta melalui WhatsApp.



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.