Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dunia Heboh 5G, India Malah Mau Rilis Internet 6G di 2024
    Insight News

    Dunia Heboh 5G, India Malah Mau Rilis Internet 6G di 2024

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 November 2021Updated:25 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – India mantap mengembangkan teknologi 6G. Menurut Menteri Komunikasi Ashwini Vaishnaw mengatakan negaranya berniat meluncurkan generasi penerus 5G itu pada akhir 2023 atau awal 2024 mendatang.

    “Pengembangan 6G sudah dimulai. Ini akan terlihat di satu tempat dalam pada 2024 atau akhir 2023.” kata Ashwini dikutip Indian Express, Kamis (25/11/2021).

    “Kami akan merancang software telekomunikasi India untuk menjalankan jaringan, peralatan telekomunikasi yang diproduksi di India, melayani jaringan telekomunikasi di India yang dapat mendunia”.

    Sementara itu, India akan mengerjakan pararel 5G dan pengembangan 6G. Dia menambahkan juga akan melakukan peluncuran untuk 5G. Dengan pengembangan software inti untuk teknologi akan selesai pada kuartal ketiga tahun depan.

    Lelang spektrum 5G juga kemungkinan akan terjadi pada kuartal II tahun 2022.

    “Referensi telah dibuat ke TRAI (Telecom Regulatory Authority of India) untuk lelang spektrum 5G. Mereka sudah memulai proses konsultasi. Prosesnya harus berakhir di suatu tempat dalam framework Februari-Maret di tahun mendatang. Kemudian proses lelang akan dilakukan pada Q2 tahun 2022,” jelasnya.

    Pada awal tahun ini, kabinet India menyetujui serangkaian sembilan reformasi struktural dan prosedural untuk mengatasi kebutuhan likuiditas jangka pendek serta masalah jangka panjang perusahaan telekomunikasi.

    Pemerintah juga telah memberikan opsi kepada perusahaan kepada telekomunikasi untuk melakukan moratorium empat tahun. Ini untuk pembayaran spektrum yang ditangguhkan serta iuran pendapatan kotor yang disesuaikan.

    Sejauh ini dari tiga perusahaan telekomunikasi negara itu, Bharti Airtel dan Vodafone Idea memilih moratorium selama empat tahun.

    Ashwini, saat mengumumkan reformasi September lalu, mengatakan akan ada rangkaian reformasi lain di sektor telekomunikasi. “Banyak lagi yang harus dilakukan, kami sudah mengerjakan serangkaian reformasi lain dalam 3-4 bulan,” ucapnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.