Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Telco ke Kominfo Bahas Merger dan Insentif Opsel, Begini Hilalnya
    Insight News

    Bos Telco ke Kominfo Bahas Merger dan Insentif Opsel, Begini Hilalnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Mei 2024Updated:4 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O.Baasir terlihat datang ke Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jumat (3/5/2025) siang. Ia disebut melakukan pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi.

    Hal ini dibenarkan oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong. Usman mengatakan, pertemuan kemungkinan membahas soal insentif, rencana merger dan lainnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Iya memang XL Axiata ada pertemuan dengan menteri kalau pertemuan tentu yang dibicarakan, mungkin insentif, rencana merger itu dan lain-lain,” kata Usman saat acara Ngopi Bareng di Kantor Kominfo, Jumat (3/5/2024).

    Terkait dengan insentif, lanjut Usman, diharapkan kelihatan hilalnya pada bulan Juni. Bentuknya apa dan berapa besarnya, kepastian baru akan disampaikan ke publik Juni mendatang.

    Usman menyebut, insentif untuk operator seluler akan berbarengan dengan lelang frekuensi 700 MHz. Ketika lelang ada investasi yang dikucurkan perusahaan, dan itu yang menjadi timbal balik ke pemerintah.

    “Karena itulah tadi prinsip resiprokal. Ketika lelang tadi ada investasi yang dikucurkan oleh perusahaan. Maka itu timbal baliknya,” ujar Usman.

    Bicara soal merger antara PT XL Axiata Tbk. dan PT Smartfren Telecom Tbk, Marwan mengatakan, pihak manajemen tidak mengetahui sampai mana kabar merger ini karena semua keputusan ada pada pemegang saham.

    “Yang punya suara pemegang saham pengurus perusahaan dari manajemen itu betul-betul menunggu, kita menunggu dari pemegang saham seperti apa,” kata Marwan ketika ditemui April lalu.

    Namun ia menilai, konsolidasi sendiri bagus karena dapat menjadi efisiensi bagi industri telco. Lebih lanjut ia menjelaskan proses seperti apa yang perlu dipertimbangkan untuk merger XL Axiata dan Smartfren.

    “Kalau yang namanya merger itu yang dihitung valuasi, pelayanan, benefit, pros-cons nya apa, terus prosesnya gimana, kan mereka banyak sekali yang dipikirkan, jadi makanya ada di stakeholder,” jelasnya. “Jadi kami serahkan yang di atas ya.” tuturnya.




    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.