Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gunung Ruang Erupsi, BMKG Pantau Ketinggian Laut di 5 Wilayah Ini
    Insight News

    Gunung Ruang Erupsi, BMKG Pantau Ketinggian Laut di 5 Wilayah Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Mei 2024Updated:1 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Erupsi Gunung Ruang, Sulawesi Utara, dipastikan tidak berdampak pada perubahan air laut. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring di laut sekitar Sulawesi.

    “Berdasarkan hasil monitoring muka laut yang telah dilakukan BMKG tampak kondisi muka laut di seluruh lokasi stasiun menunjukkan bahwa erupsi Gunung Ruang tidak mengakibatkan perubahan signifikan muka air laut,” kata Dwikorita, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (1/5/2024).

    BMKG juga terus melakukan pemantauan pada lima stasiun. Dari Tide Gauge Siau, Pulau Siau, Tide Gauge Ngalipaeng, Kepulauan Sangihe, Tide Gauge Tahuna, Kepulauan Sangihe, Tide Gauge Petta, Kepulauan Sangihe, dan AWS Maritim BMKG Bitung.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Monitoring muka laut menggunakan alat Tide Gauge (TG) milik Badan Informasi Geospasial atau BIG dan Automatic Weather System (AWS) Maritim milik BMKG. Pemantauan dilakukan di dekat Gunung Ruang.

    “Untuk itu sangat penting upaya BMKG dalam melakukan monitoring muka laut di sekitar Gunung Ruang saat erupsi menggunakan sistem InaTNT untuk upaya deteksi dini tsunami,” ujarnya.

    Sementara itu Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan InaTNT merupakan sistem yang mengintegrasikan sejumlah data. Dari sana akan didapatkan anomali muka laut.

    “InaTNT merupakan sebuah sistem yang mengintegrasikan berbagai data observasi muka laut sekaligus dilengkapi algoritma detector yang mampu mendeteksi anomali muka laut yang merupakan fitur penting dalam deteksi dini tsunami,” kata Daryono.

    Dia menjelaskan keadaan masih terpantau normal. Namun semua pihak diminta untuk tetap waspada.

    Ini dikarenakan Gunung Ruang punya sejarah tsunami destruktif karena erupsi. Tsunami setinggi 25 meter tercatat pernah terjadi pada 1871, dengan korban jiwa mencapai 400 orang.




    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.