Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Muncul Fenomena di India, Bikin Penjual Kain Sari Tidur Nyenyak
    Insight News

    Muncul Fenomena di India, Bikin Penjual Kain Sari Tidur Nyenyak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 April 2024Updated:30 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembayaran cashless atau non-tunai sedang berkembang pesat di India. Banyak penjual menerima lebih banyak pembayaran non-tunai dibandingkan tunai.

    “Saya telah melihat perubahan di negara ini. Kami sangat jarang menerima pembayaran tunai,” kata Brij Kishore Agarwal, seorang pemilik toko sari, dikutip dari CNN Internasional, Selasa (30/4/2024).

    Dulu, dirinya sempat khawatir ada orang yang masuk dan mencuri uangnya. Namun dengan pembayaran elektronik, membuatnya jauh lebih mudah tidur.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hampir sama seperti di Indonesia, pembayaran digital di India menggunakan QR. Masyarakat tinggal mengirimkan uang dengan memindai kode QR yang dimiliki penjual.

    Sistem pembayaran digital itu menggunakan Unified Payments Interface (UPI). Penggunaan cashless itu nampaknya akan memiliki peranan penting merubah India menjadi negara adidaya secara ekonomi.

    “Pembayaran digital di India kemungkinan besar akan meningkatkan pertumbuhan dengan menghilangkan gesekan, meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya,” kata profesor ekonomi Cornell University, Eswar Prasad.

    Menurutnya dengan ekonomi digital yang ada bakal meningkatkan inklusivitas. “UPI dan digitalisasi perekonomian yang lebih luas dapat meningkatkan pertumbuhan inklusivitas,” ungkapnya.

    Namun perjalanan digitalisasi India memang telah berjalan cukup lama. Yakni sudah dilakukan sejak 15 tahun lalu.

    Sayangnya pertumbuhan pembayaran elektronik masih cukup tersendat. Hingga 2016 atau 8 tahun pembayaran masih didominasi dengan uang kertas yang mencapai 96%.

    Saat itu, UPI diluncurkan oleh National Payments Corporation of India. Transaksi hampir 600 bank anggota dan perusahaan fintech lebih memudahkan masyarakat India untuk bertransaksi secara digital.

    Pemerintah juga menghapus dua uang kertas besar kala itu. Keduanya mewakili 86% dari seluruh mata uang beredar.

    Penghapusan itu tadinya untuk memerangi korupsi. Namun akhirnya juga meningkatkan pembayaran elektronik.




    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.