Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alien Tidak Hijau, Astronom Ungkap Warna Sebenarnya
    Insight News

    Alien Tidak Hijau, Astronom Ungkap Warna Sebenarnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 April 2024Updated:30 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Mahkluk hidup di luar angkasa atau alien sering digambarkan berwarna hijau di ilustrasi gambar, serial televisi, hingga film. Namun, ahli astronomi mengungkapkan bahwa alien kemungkinan besar berwarna ungu bukan hijau.

    Laporan hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, tim peneliti menyarankan agar upaya pencarian kehidupan di luar Bumi mengubah fokusnya ke “warna ungu.”

    Para peneliti menjelaskan bahwa warna yang mendominasi kehidupan di Bumi, yaitu hijau, terbentuk lewat proses selama miliaran tahun. Menurut mereka, selama tiga perempat sejarahnya, makhluk hidup yang menghuni Bumi adalah organisme sel tunggal. Oleh karena itu, kemungkinan besar kehidupan yang akan ditemukan manusia di planet lain masih berbentuk serupa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Warna hijau pada tumbuhan di Bumi berasal dari klorofil. Organisme sel tunggal seperti phytoplankton juga memiliki corak serupa. Namun, di lingkungan yang seret oksigen, warnanya cenderung ungu daripada hijau.

    “Bakteri ungu bisa bertahan di berbagai jenis kondisi, membuat mereka bisa hidup di dunia seperti apapun,” kata Ligia Fonseca Coelho dari Cornell University seperti dikutip dari IFLScience, Selasa (30/4/2024).

    Atas dasar ini, para peneliti menyarankan astronom untuk mencari planet berwarna ungu daripada mencari planet serupa Bumi yang berwarna biru dan hijau.

    Astronom bisa mencari planet berwarna ungu menggunakan “sidik jari cahaya” dengan menganalisis spektrum gelombang elektronomagnetik.

    “Kita harus membuat database sinyal kehidupan untuk memastikan teleskop kita tidak melewatkan bentuk kehidupan apapun. Ini bisa terjadi jika kita terlalu fokus mencari sesuatu yang mirip dengan apa yang kita lihat sehari-hari,” kata anggota tim peneliti lainnya, yang bernama Lisa Kaltenegger.

    Dalam laporan risetnya, para peneliti mengidentifikasi makhluk yang bisa hidup di habitat yang seret oksigen di tempat-tempat seperti laut dalam, rawa, hingga kolam di dekat kampus mereka.

    “Mereka bisa hidup di suduh tertentu. Bayangkan mereka tidak harus berkompetisi dengan tumbuhan hijau, algae, dan bakteria. Matahari bisa memberikan mereka kondisi terbaik untuk fotosintesis,” kata Coelho.

    Fakta ini menarik karena mayoritas planet di dekat Bumi memiliki orbit yang mengelilingi bintang kurcaci merah (red dwarf).

    Meskipun disebut sebagai bakteri ungu, organisme yang ditemukan para peneliti sebetulnya ditemukan dalam berbagai warna termasuk rona kuning dan merah. Bakteri yang paling banyak ditemukan adalah bakteri sulfur ungu dan bakteri non-sulfur ungu. Keduanya ditemukan lebih “menyukai” cahaya dengan gelombang lebih panjang, yang tak terlihat oleh mata manusia.

    Kaltenegger mengakui bahwa mencari planet berwarna ungu tidak mudah. Kemungkinan besar, planet berisi makhluk hidup terlalu jauh untuk ditemukan dalam waktu dekat.

    “Kita membuka mata kita ke dunia yang baru. Bakteria ungu bisa bertahan hidup bahkan berkembang pesat di berbagai macam kondisi. Mudah untuk membayangkan di dunia lain, ungu seperti hijau,” Kaltenegger.


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.