Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Putin Wajibkan Facebook, Tiktok Cs Punya Kantor di Rusia
    Insight News

    Putin Wajibkan Facebook, Tiktok Cs Punya Kantor di Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 November 2021Updated:24 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sejumlah perusahaan teknologi global diminta memiliki kantor perwakilan di Rusia pada akhir tahun ini. Jika permintaan itu tidak terlaksana, maka akses perusahaan seperti Facebook hingga Tiktok kemungkinan akan dibatasi.

    Ada 13 perusahaan yang masuk daftar tersebut. Selain Facebook dan Tiktok, ada juga Google, Twitter, Telegram dan Apple.

    Rusia sudah mewajibkan media sosial asing dengan pengguna harian lebih dari 500 ribu untuk membuka kantor di Rusia. Ini ada dalam undang-undang baru yang berlaku pada 1 Juli lalu.

    Reuters melaporkan tidak ada satupun perusahaan yang masuk dalam daftar tidak menanggapi permintaan untuk berkomentar, dikutip Rabu (24/11/2021).

    Regulator negara bidang komunikasi, Roskomnadzor mengatakan perusahaan yang melanggar undang-undang dapat mengalami sejumlah sanksi. Dari pembatasan iklan, pengumpulan data dan pengiriman uang serta larangan secara langsung. menghadapi pembatasan periklanan, pengumpulan data dan pengiriman uang, atau larangan langsung.

    Selain mewajibkan membuka kantor, Rusia juga meminta perusahaan harus membuka akun di situs web regulator. Selain juga memiliki formulir feedback sebagai bagian interaksi dengan pengguna Rusia.

    “Entitas asing diharuskan membatasi akses informasi yang melanggar aturan Rusia,” kata Roskomnadzor, namun tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Reuters mencatat Rusia memang telah berupaya mendukung dan mempromosikan sektor teknologi dalam negeri dari Silicon Valley. Misalnya mengusulkan pajak atas layanan digital yang dimiliki asing, pemotong pajak pada perusahaan IT domestik dan mewajibkan smartphone, komputer dan perangkat lain yang dibeli di Rusia menawarkan software buatan negeri itu pada pengguna.

    Pada awalnya, kampanye itu memiliki dimensi politik. Dikritik karena berusaha melakukan kontrol ketat pada internet, yang disebut akan mengancam kebebasan individu serta perusahaan.

    Sementara itu, kepala perusahaan analisis internet Research Institute, Karen Kazaryan memandang aturan kantor perwakilan di Rusia tidak jelas. Menurutnya informasi itu tidak ada dalam undang-undang.

    “Tidak dijelaskan dalam undang-undang, tidak ada klarifikasi seperti apa bentuk hukum perwakilan organisasi itu,” ungkapnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.