Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pakar Ungkap Alasan Startup AI Tutup dan Gulung Tikar di Indonesia
    Insight News

    Pakar Ungkap Alasan Startup AI Tutup dan Gulung Tikar di Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 April 2024Updated:30 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pakar menyebut masih banyak pekerjaan rumah (PR) untuk startup RI di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Salah satunya mengenai produk yang ditawarkan.

    Menurut pakar AI dari Pusat AI ITB, Ayu Purwarianti, banyak startup yang harus suntik mati produk-produknya karena ternyata tidak ada yang mau pakai produk tersebut, apalagi jika produknya berbayar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ayu menjelaskan, sebelum menciptakan suatu produk AI sebaiknya dilihat dulu apa yang sebetulnya dibutuhkan oleh konsumen. Lalu, bagaimana pasar untuk produk yang dilahirkan. Selain itu, harus dipelajari di awal soal daya beli masyarakat untuk produk yang ditawarkan.

    “Kira-kira orang mau nggak membeli layanan tertentu, Rp 30 ribu, Rp 100 ribu, itu harus dipelajari di awal dulu karena kalau tidak melakukan itu dan hanya membuat produk sesuai keingin kita maka akan mati, ada beberapa kasus seperti itu,” kata Ayu dalam Kick Off dan Semiant Bank Indonesia Hackathon 2024 yang disiarkan dalam kanal YouTube BI, Senin (29/4/2024).

    Selain dari sisi produk, AI juga bisa dilihat dari kacamata proyek. Lebih lanjut, ia menjelaskan, tantangan proyek Ai adalah ekspektasi dari konsumen. Beberapa konsumen beberapa masih belum memahami bagaimana cara kerja AI. Untuk mengatasi ekspektasi ini, menurutnya cukup berat.

    “Misalnya kita bilang ini udah cukup loh akurasinya udah tinggi 90 persen, nanti dia datang ke kita (protes) ini belum berhasil. Nah ini untuk bisa memberikan awareness ke customer bahwa AI itu nggak akan pernah bisa 100 persen,” ujarnya.

    “Pasti akan ada data uji baru yang belum ada di data latih kita atau sama sekali polanya nggak kebayang,” sambungnya.



    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.