Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Mendadak Terbang ke China, Ada Apa?
    Insight News

    Elon Musk Mendadak Terbang ke China, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 April 2024Updated:28 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk dilaporkan telah tiba di Beijing, China. Dia melakukan “kunjungan mendadak” ke pabrik terbesar kedua Tesla serta bertemu dengan pejabat senior, Minggu (28/4/2024).

    Kunjungan Musk ke China ini dilakukan secara diam-diam alias tidak diumumkan secara terbuka.

    Selain dari sumber anonim, kunjungan ini diketahui dari aplikasi pelacakan penerbangan China, Flight Manager yang mendeteksi jet pribadi Gulfstream dengan nomor N272BG mendarat di Bandara Ibu Kota Beijing, Minggu (28/4/2024) pukul 06.03 waktu setempat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun, kunjungan ini dilakukan lebih dari seminggu setelah ia membatalkan rencana kunjungan ke India untuk bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi dengan alasan “kewajiban Tesla yang sangat berat”.

    Melansir dari Reuters, Musk disebut bertemu dengan pejabat senior China di Beijing untuk membahas peluncuran perangkat lunak Full-Self Driving (FSD) di Negeri Tirai Bambu.

    Selain itu, CEO Tesla itu juga ingin mendapat persetujuan untuk mentransfer data yang dikumpulkan di China ke luar negeri guna melatih algoritma teknologi mengemudi otonomnya.

    Sejak 2021 lalu, Tesla telah menyimpan seluruh data yang dikumpulkan oleh armada China di Shanghai, seperti yang disyaratkan oleh regulator setempat dan belum mentransfer data apapun kembali ke Amerika Serikat (AS).

    Sebelumnya, Tesla telah meluncurkan FSD pada empat tahun lalu. Namun, pihaknya belum menyediakannya di China meskipun permintaannya sudah cukup tinggi. Menurut Musk, Tesla berpotensi untuk menyediakan FSD di China secepat mungkin.

    Sebagai informasi, Tesla telah menjual lebih dari 1,7 juta mobil di Tiongkok sejak memasuki pasar satu dekade lalu dan pabrik di Shanghai adalah yang terbesar secara global.

    Produsen mobil saingan China, seperti Xpeng telah berupaya mendapatkan keunggulan dibandingkan Tesla dengan meluncurkan perangkat lunak serupa.

    Perusahaan tersebut mengatakan pada bulan ini bahwa mereka akan memberhentikan 10 persen tenaga kerja globalnya karena perusahaan tersebut bergulat dengan penurunan penjualan dan perang harga yang semakin intensif untuk kendaraan listrik yang dipimpin oleh merek China.

    Wakil presiden Tesla yang bertanggung jawab atas hubungan eksternal di China, Grace Tao menulis komentar melalui akun media sosial outlet media pemerintah, People’s Daily dengan alasan bahwa teknologi penggerak otonom akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi industri kendaraan listrik.

    Dalam artikelnya, Tao mengatakan bahwa Tesla memimpin penelitian dan pengembangan kendaraan otonom dengan teknologi “jaringan saraf ujung ke ujung” dan data yang dikumpulkan dari jutaan mobil di jalan.

    Menurut pakar industri, kondisi lalu lintas di China yang rumit dan lebih banyak pejalan kaki serta pengguna sepeda memberikan lebih banyak skenario untuk melatih algoritma mengemudi otonom dengan lebih cepat.

    Pada pekan lalu, Musk mengatakan Tesla akan memperkenalkan model baru yang lebih murah menggunakan platform kendaraan listrik dan akan menawarkan “robotaxi” baru dengan teknologi self-driving.

    Saham Tesla turun hampir sepertiga sejak awal tahun karena meningkatnya kekhawatiran terhadap lintasan pertumbuhan pembuat kendaraan listrik tersebut. Pekan lalu, Tesla melaporkan penurunan pendapatan kuartal pertamanya sejak 2020 ketika pandemi COVID-19 memperlambat produksi dan pengiriman.




    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.