Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pesawat NASA Siap Tabrak Asteroid Ancam Bumi, Ini Jadwalnya!
    Insight News

    Pesawat NASA Siap Tabrak Asteroid Ancam Bumi, Ini Jadwalnya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 November 2021Updated:24 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pesawat NASA bersiap menabrak asteroid yang mengancam Bumi. Misi bernama Double Asteroid Redirection Test (DART) dijadwalkan akan segera meluncur tidak lama lagi.

    Misi DART dijadwalkan pada 24 November 2021 waktu setempat atau setidaknya paling lambat pada Februari 2022.

    Target misi ini adalah Dimorphos, sebuah asteroid berukuran stadion. Dimorphos juga diketahui mengorbit pada asteroid yang lebih besar dengan nama Didimos.

    Pesawat NASA akan menabrakkan diri ke Dimorphos untuk membelokkan arah jalannya. Dengan begitu tidak lagi menuju Bumi.

    Untuk mencapai Dimorphos setidaknya membutuhkan waktu satu tahun atau sekitar akhir 2022 hingga awal 2023 mendatang. Berikutnya dalam lima tahun lagi misi dari Badan Antariksa Eropa bernama Hera akan memeriksa keberhasilan misi tersebut.

    “Kami melakukan ini agar memiliki kemampuan untuk mencegah bencana alam yang benar-benar dahsyat,” kata ilmuwan program DART, Tom Statler, dikutip dari Technology Review, Selasa (23/11/2021).

    Simulasi awal telah dilakukan oleh Harrison Agrusa dari University of Maryland. Saat DART akhir menabrak Dimorphos, maka energi tumbukannya sebanding dengan tiga ton ledakan TNTĀ (Trinitrotoluene yang biasa digunakan sebagai bahan peledak). Ini akan menghasilkan ribuan puing ke antariksa.

    Dengan tabrakan itu tidak langsung mengubah arah Dimorphos, melainkan butuh beberapa hari untuk mencapai tujuan tersebut. Rotasi asteroid itu juga menjadi tidak seimbang setelah tumbukan terjadi.

    DART juga akan hancur setelah peristiwa itu terjadi dan membuat Dimorphos menjadi sangat kecil dilihat langsung dari Bumi. Misi Hera akan jadi satu-satunya cara mengetahui apakah misi tersebut berhasil atau tidak.

    Astronom Paul Wiegert dari University of Western Ontario mengatakan jika misi DART bukan hanya sekedar menabrakkan pesawat antariksa ke asteroid.

    “Ini tidak sesederhana hanya menabrakkan pesawat ruang angkasa ke Asteroid. Ada banyak ilmu fisika yang perlu kami pahami,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.