Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Korea Hapus 250.000 Video Seks Ilegal Targetkan Anak & Remaja
    Inspiring You

    Korea Hapus 250.000 Video Seks Ilegal Targetkan Anak & Remaja

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 April 2024Updated:19 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Korea Selatan pada awal April telah menghapus hampir 250 ribu video seksual dari web yang diproduksi dan didistribusikan secara ilegal sepanjang 2023. Menurut data, jumlah video seks ilegal ini ternyata meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.

    Sebanyak 8.983 korban menerima bantuan dari pusat dukungan untuk korban pelecehan seksual online. Jumlah ini naik 12,6 persen dibandingkan tahun lalu, menurut laporan Pusat Dukungan Korban Kejahatan Seks Digital, sebuah organisasi yang berafiliasi erat dengan Kementerian Kesehatan Gender dan Keluarga.

    Organisasi yang didirikan pada tahun 2018 itu didedikasikan untuk memantau dan menghapus konten seksual ilegal secara online, dan mendukung para korban dengan menghubungkan mereka ke lembaga investigasi serta bantuan hukum dan medis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir Korea Times, sebagian besar korban atau 74,2 persen penerima bantuan adalah perempuan, sedangkan 25,8 persen adalah laki-laki. Hampir 75 persen korban yang mencari bantuan berusia 10-an dan 20-an tahun.

    Pelakunya sebagian besar adalah orang-orang yang baru sekali ditemui oleh para korban, misalnya melalui chat online, yaitu sebesar 37,8 persen dari total jumlah korban, diikuti oleh pelaku yang tidak diketahui identitasnya sebanyak 22,9 persen dan orang asing sebanyak 20,8 persen.

    Sebagian besar konten seksual ilegal diunggah ke situs porno, sebanyak 114.672 kasus atau 46,7 persen, kemudian 29,9 persen dari video seks ilegal ditemukan di mesin pencari dan 14,5 persen di media sosial.

    Seorang pejabat kementerian gender menyebutkan ada pemeriksaan pendahuluan terhadap konten seksual ilegal yang menargetkan anak-anak atau remaja. Itu artinya, harus ada penguatan kerja sama dari lembaga investigasi, sebagai alasan melonjaknya jumlah konten yang dihapus.

    Tahun lalu, ada 35.725 item berisi konten seksual yang menampilkan anak-anak dan remaja yang dihapus dari web, naik 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.



    Artikel Selanjutnya


    Agensi Lee Sun Kyun Geram, Mau Polisikan Penyebar Rumor Palsu

    (hsy/hsy)


    Inspirasi Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.