Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»FBI Ungkap AS Bakal Kacau Diserbu Hacker China, Tinggal Tunggu Waktu
    Insight News

    FBI Ungkap AS Bakal Kacau Diserbu Hacker China, Tinggal Tunggu Waktu

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 April 2024Updated:19 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Geng hacker yang dekat dengan pemerintah China telah berhasil menembus infrastruktur penting Amerika Serikat. FBI menyatakan mereka kini menunggu momen yang tepat untuk membuat Amerika Serikat kacau.

    Direktur FBI Christopher Wray menyatakan bahwa selompok hacker yang dikenal sebagai Volt Typhoon sudah memiliki akses ke beberapa perusahaan AS di bidang telekomunikasi, energi, air bersih, dan bidang lainnya.

    “China mengembangkan kemampuan untuk memporak-porandakan infrastruktur penting [AS] kapanpun mereka mau,” kata Wray dalam acara 2024 Vanderbilt Summit on Modern Conflict and Emerging Threats seperti dikutip dari Reuters, Jumat (19/4/2024). “Rencana mereka adalah menghantam infrastruktur sipil untuk memicu kepanikan.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia belum bisa memastikan hubungan antara aktivitas siber China dengan upaya negara tersebut dalam mencegah AS terlalu banyak ikut campur dalam masalah Taiwan.

    China mengakui Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan siap menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.

    Kementerian Luar Negeri China sendiri membantah keterkaitan geng hacker Volt Typhoon dengan pemerintah China. 

    “Beberapa pihak di AS memanfaatkan pelacakan asal usul serangan siber sebagai alat untuk menuduh China dan menggunakan isu ini sebagai kepentingan politik, mengklaim AS adalah korban padahal sebaliknya,” kata juru bicara Kemenlu China.

    Wray mengatakan bahwa hacker China menggunakan botnet (sejumlah komputer dan server yang sudah diambil alih dan berlokasi di penjuru dunia) untuk menyembunyikan lokasi mereka sebenarnya. Identitas mereka sebelumnya sudah diungkap oleh perusahaan teknologi seperti Microsoft dan Google.




    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.