Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Menkominfo Ungkap Alasan Bos-Bos Teknologi AS Berlomba-Lomba ke RI
    Insight News

    Menkominfo Ungkap Alasan Bos-Bos Teknologi AS Berlomba-Lomba ke RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 April 2024Updated:18 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Apple Tim Cook berkunjung ke Indonesia dan bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (17/4) kemarin. Agenda yang dibahas adalah investasi Apple di Indonesia.

    Saat ini, Apple telah membangun 3 fasilitas pendidikan Apple Developer Academy yang terletak di Batam, Surabaya, dan Tangsel, dengan nilai investasi Rp 1,2 triliun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selanjutnya, Apple akan membuka Apple Developer Academy di Bali dan menjadikan total investasi ditaksir menjadi Rp 1,6 triliun.

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi mengatakan, bos-bos perusahaan teknologi berbondong-bondong ingin datang ke Indonesia. Setelah Cook, CEO Microsoft Satya Nadella dijadwalkan akan berkunjung pada 30 April 2024.

    Pemerintah juga mengajak CEO Nvidia Jensen Huang untuk turut ke RI. Raksasa chip asal AS tersebut juga sepakat berinvestasi di RI dengan menggandeng Indosat untuk membangun pusat AI di Solo.

    Budi Arie mengatakan alasan perusahaan-perusahaan teknologi kawakan dunia datang ke Indonesia karena melihat potensi besar negara ini.

    “Ketika melihat jumlah pengguna internet Indonesia dan kegiatan ekonomi berbasis digital secara signifikan, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital besar khususnya di Asia Tenggara,” kata dia, dalam wawancara di program CNBC Profit, Kamis (18/4/2024).

    Ia mengatakan Indonesia menjadi mitra strategis perusahaan-perusahaan teknologi global kelas dunia. Adapun tujuan jangka panjangnya adalah pengembangan peran Indonesia dalam teknologi global.

    “Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tapi juga menjadi mitra strategis pengembangan teknologi. Oleh karena itu, melalui investasi dari Apple, Microsoft, dll, Indonesia terus meningkatkan posisinya dalam perkembangan teknologi digital global,” kata dia.

    Diketahui, Microsoft memiliki kapitalisasi pasar senilai US$ 3,14 triliun, lalu Apple senilai US$ 2,8 triliun. 

    “Bayangkan mereka perusahaan-perusahaan raksasa kalau serius dan melihat Indonesia sebagai potensi pengembangan produk dan usaha mereka, saya yakin kita bisa bekerja sama, berkolaborasi. Pemerintah Indonesia terus membuka diri, inisiatif, inovasi dari semua pihak, termasuk perusahaan multinasional Microsoft dan Apple,” kata Budi Arie.




    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.