Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Apple, Ternyata Ini Pemilik Pabrik iPhone Sesungguhnya
    Insight News

    Bukan Apple, Ternyata Ini Pemilik Pabrik iPhone Sesungguhnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 April 2024Updated:17 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tim Cook, bos Apple, diketahui telah mendarat di Jakarta pada Selasa (16/4/2024). Perusahaan itu merupakan pemilik berbagai brand gadget seperti iPhone, iPad, hingga Vision Pro.

    Namun perlu diketahui Apple tidak memiliki pabrik perakitan iPhone sendiri. Pabrik itu dimiliki Foxconn asal Taiwan.

    Foxconn atau Hon Hai Precision merupakan salah satu pabrik besar yang bekerja sama dengan banyak raksasa teknologi. Selain Apple, ada juga IBM, Compaq, Nintendo, Wii U, Nokia, Playstation 3 dan XboxOne.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Khusus untuk Apple, Foxconn merakit banyak produk. Termasuk di antaranya merakit iPhone dan iPad.

    Pabrik ini didirikan oleh Terry Gou tahun 1974. Dulu Foxconn merupakan pembuat plastik untuk bagian televisi dan akhirnya berkembang ke bidang manufaktur.

    Gou merupakan salah satu pengusaha besar. Dia disebut sebagai Donald Trump asal Taiwan, karena memiliki kekayaan melimpah dan menikah lebih dari sekali dengan istri usia muda.

    Pria 73 tahun itu merupakan salah satu orang terkaya di Taiwan. Forbes mencatat kekayaannya mencapai US$7,5 miliar peringkat ke-354.

    Tak puas sebagai pengusaha, dia pernah maju sebagai calon presiden pada pemilihan tahun ini. Gou menjadi kandidat presiden dari independen.

    Dia menjanjikan akan membawa perdamaian di Taiwan. Serta memastikan wilayah tersebut tak bakal jadi Ukraina, yang dilanda perang selama beberapa waktu terakhir.

    “Beri saya waktu empat tahun dan saya berjanji akan membawa perdamaian selama 50 tahun di Selat Taiwan dan membangun fondasi terdalam untuk rasa saling percaya di seluruh selat… Taiwan tidak boleh menjadi Ukraina dan saya tidak akan membiarkan Taiwan menjadi Ukraina berikutnya,” ujarnya dikutip The Guardian.

    Namun akhirnya Gou mengundurkan diri dari pencalonan dirinya. Dalam sebuah pernyataan dia mengatakan “menarik tubuhnya tetapi tidak menarik jiwanya”.




    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.