Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Ungkap Fakta di Balik Bumi Tampak Gelap Gulita dari Antariksa
    Insight News

    NASA Ungkap Fakta di Balik Bumi Tampak Gelap Gulita dari Antariksa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 April 2024Updated:14 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Astronaut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengabadikan momen langka pada saat gerhana matahari total terjadi di wilayah Amerika Serikat pada 8 April 2024. Lewat video dan foto, astronaut memperlihatkan bayangan bulan di bumi yang membuat sebagian wilayah AS menjadi gelap pada siang hari.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir DetikInet, foto dan video itu ternyata diabadikan oleh dua astronaut anggota kru ekspedisi 71 yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada saat gerhana terjadi. Dua astronaut tersebut bernama Matthew Dominick dan Jeanette Epps. Mereka memotret dan merekam detik-detik peristiwa piringan bulan menutupi matahari.

    Dari foto yang diabadikan, nampak bayangan bulan di bumi atau disebut umbra berbentuk bulat membuat gelap wilayah AS, serta sebagian Kanada dan Meksiko pada 8 April lalu.

    Astronaut NASA mengabadikan momen tersebut melalui jendela di kubah ISS, yang sering disebut sebagai ‘jendela dunia’. Lokasi tersebut merupakan pos terdepan dari stasiun ISS. Ketika gerhana itu terjadi, ISS sedang mengorbit di ketinggian 260 mil bagian tenggara Kanada.

    Umbra bulan nampak bergerak dari bagian New York ke Newfoundland dan Labrador di Kanada. Ketika foto dan video itu diambil, gerhana matahari mencapai totalitas 90%.

    Tak ada banyak ruang bagi astronaut untuk mengabadikan momen itu. Sebab, penampakan bulan yang mengorbit di antara matahari dan bumi hanya dapat diakses melalui sepasang jendela pada segmen ISS yang tidak bisa menampung banyak orang bernama Roscosmos.

    Proses dokumentasi terjadinya gerhana matahari di AS menjadi penting karena merupakan peristiwa sangat langka. Peristiwa tersebut disambut antusias oleh sebagian besar masyarakat Amerika Utara. Ketika sinar matahari terhalang bulan, obyek angkasa yang selama ini sulit dilihat menjadi lebih terang.

    “Selama gerhana total, saat langit jadi gelap, Anda akan melihat planet paling terang Venus muncul di salah satu sisi Matahari. Di sisi lain Matahari, Anda akan menemukan planet paling terang kedua, Jupiter. Dan jika Komet Pons-Brooks cukup terang, Anda akan melihatnya berada di antara Jupiter dan Matahari, tetapi lebih dekat ke Jupiter,” dikutip dari Earth Sky.



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.