Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kolesterol Naik Saat Lebaran, Dokter Gizi Bagikan Tips Ini
    Inspiring You

    Kolesterol Naik Saat Lebaran, Dokter Gizi Bagikan Tips Ini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman10 April 2024Updated:10 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seakan sudah menjadi tradisi tahunan, perayaan Idul Fitri/Lebaran tak pernah luput dari hidangan bersantan, seperti opor ayam, rendang daging, hingga gulai-gulaian.

    Namun seusai memakan hidangan tersebut, biasanya masyarakat dihantui ancaman masalah kesehatan, termasuk kolesterol tinggi. Lantas, bagaimana aturan makan saat lebaran biar tak memicu kolesterol tinggi dan tetap sehat?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir Detik Health, seorang spesialis gizi klinik, dr Diana F Suganda, M Kes, SpGK mengatakan, jika memang memiliki masalah kesehatan, seperti obesitas, atau kolesterol maupun tensi yang tinggi, sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi makanan yang dapat berisiko memicu kondisi tersebut.

    Menurutnya, nyicip sedikit atau sesekali makan opor boleh saja dilakukan. Tapi jangan berlebihan, misalnya dari pagi sampai malam mengonsumsi makanan tersebut.

    “Mindful aja jadi makan siangnya ketupat opor, yowis yang pagi mungkin kita makan buah sama proteinnya. Yang malam bentuknya bening-bening gitu lho, jadi dalam satu hari kita sesuaikan,” ucapnya, seperti dikutip dari Detik Health, Rabu (10/4/2024).

    Tidak hanya itu, dr Diana mengatakan, selain makanan bersantan, ada juga makanan kue-kue kering maupun minuman manis yang biasanya muncul di momen lebaran. Dia mewanti-wanti bagi mereka yang memiliki masalah gula darah untuk tidak kalap menyantap hidangan tersebut.

    Menurut dr Diana, tidak sedikit orang yang kalap mengonsumsi kue kering khas lebaran hingga memicu naiknya gula darah.

    “Karena kan kue-kue kering itukan tepung ya, tepung, karbo juga, karbo sederhana, kemudian pakai gula, pakai butter. Nah itu yang hati-hati. Nah sebenarnya kalori dari kue-kue kering itu yang sangat tinggi dan kita ga sadar makannya,” imbuhnya.

    “Atau selain kue-kue kering misalnya minuman-minuman manis, yakan bersoda atau karbonasi, nah itu yang sebenarnya harus dikurangi. Jadi kalau misal tadi menyambung mindful tadi, ya sudah mending jatah kalorinya tuh kepakai untuk makanan utamanya aja, jadi ketupat dengan lauk pauk dibanding ngambil jatah kalori untuk si kue-kue kering atau minuman manis gitu,” sambungnya lagi.

    (fab/fab)


    Selalu Semangat Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.