Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gempa Dahsyat Taiwan Bawa Bencana Baru, HP-Laptop Bisa Kiamat
    Insight News

    Gempa Dahsyat Taiwan Bawa Bencana Baru, HP-Laptop Bisa Kiamat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 April 2024Updated:8 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Gempa dahsyat dengan magnitudo 7,4 di Taiwan pekan lalu membawa masalah baru bagi global. Industri elektronik yang mengandalkan bahan baku berupa semikonduktor terkena dampak.

    Perusahaan pembuat chip terbesar dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC menghadapi permasalahan produksi akibat beberapa fasilitas produksinya terdampak gempa. Meskipun, menyatakan stafnya aman dan telah kembali ke tempat kerja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sejumlah kecil alat rusak di beberapa pabrik, sebagian berdampak pada operasional produksi. Namun tidak ada kerusakan pada alat-alat krusial kami,” kata manajemen TSMC sebagaimana dilansir CNN International dikutip Senin (8/4/2024).

    TSMC memproduksi sekitar 90% chip semikonduktor paling canggih di dunia. Chip buatan TSMC digunakan berbagai raksasa teknologi seperti Apple, Qualcomm, Nvidia, dan AMD, bahkan digunakan untuk sektor produk kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI).

    Karena signifikansinya itu, sejumlah pakar menganggap, aktivitas produksi chip TSMC yang terdampak gempa di Taiwan akan memengaruhi pasokan semikonduktor dalam jangka pendek. Hal ini pun menurut analis memperkuat pentingnya mendiversifikasi pabrik chip di tempat lain di luar pulau seperti Taiwan yang rentan terkena gempa.

    “Saya percaya ini adalah ancaman eksistensial,” kata Profesor dan Direktur Institute for Data Science di New Jersey Institute of Technology, David Bader, merujuk pada pentingnya tak mengkonsentrasikan pabrik pembuat chip di Taiwan.

    “Seluruh dunia sekarang bekerja dengan memanfaatkan perangkat semikonduktor yang menggerakkan berbagai hal. Mulai dari kita berkendara dengan mobil, ponsel, alat pertahanan militer, senjata, maskapai penerbangan, semua menggunakan chip,” ucap Bader lagi.

    “Jika produksi terhenti sesaat saja, ini akan sangat menghancurkan,” tegasnya.

    Meski begitu, TSMC meyakinkan kepada publik bahwa mereka telah memperkuat sistem perlindungan gempa, setelah gempa besar mengguncang Taiwan pada 1999. Mereka pun mengklaim bahwa efek dari gempa 2024 telah tertangan dengan 70 alat produksi di pabrik telah ditemukan dalam jangka waktu 10 jam setelah gempa berlangsung.

    “Tapi jalur produksi tertentu di sejumlah daerah yang mengalami dampak seismik lebih besar diperkirakan akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk penyesuaian dan kalibrasi, sebelum akhirnya bisa kembali produksi secara otomatis,” ucap Manajemen TSMC.

    Terhentinya mesin-mesin produksi TSMC berpotensi menekan pendapatan pada kuartal II senilai US$ 60 juta (Rp 953 miliar). Implikasi dari perlu waktu panjang untuk kembali memulihkan mesin produksi chip setelah terhenti dalam waktu seharian.

    Amerika Serikat (AS) sendiri sebetulnya telah berupaya mendiversifikasi rantai pasok industri manufaktur semikonduktor, setelah hadirnya Undang-Undang CHIPS dan Science pada 2022 silam. Mereka investasi lebih dari US$ 200 miliar selama lima tahun ke depan.

    Namun, UU itu belum mampu menggeliatkan daya tarik bagi para investor untuk membangun pabrik-pabrik semikonduktor canggih ke AS, termasuk TSMC. Sebab, mereka menganggap biaya pembangunan pabrik akan sangat besar dan tenaga kerja terampil sangat dibutuhkan untuk mengoperasionalkan fasilitas pabrik.




    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.