Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Universitas Harvard Sepi Peminat, Alasannya Bikin Kaget
    Inspiring You

    Universitas Harvard Sepi Peminat, Alasannya Bikin Kaget

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman7 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Universitas Harvard menjadi salah satu kampus populer dan favorit di dunia. Namun ternyata kini sepi peminat.

    Menurut laporan Wall Street Journal (WSJ), pendaftaran kelas mahasiswa baru di Universitas Harvard turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir. Sementara sekolah Ivy League lainnya mengatakan telah menerima rekor tinggi jumlah pelamar.

    Dikutip, Minggu (7/4/2024), Harvard mengatakan bahwa pihaknya menerima 54,008 pendaftar sarjana untuk angkatan kelulusan 2028. Tahun sebelumnya, universitas tersebut memiliki hampir 57,000 pendaftar, dan untuk dua tahun sebelumnya, masing-masing sekitar 61,000 pendaftar dan hampir 58,000 pendaftar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penurunan total pelamar sebesar 5% didahului oleh penurunan pendaftaran awal ke Harvard sebesar 17%.

    “Tidak jelas mengapa jumlah pendaftaran menurun, namun penurunan ini terjadi pada tahun ketika Harvard menghadapi kekacauan setelah Hamas menyerang Israel pada Oktober lalu, presidennya mengundurkan diri dan Mahkamah Agung membatasi bagaimana perguruan tinggi dapat mempertimbangkan ras dalam penerimaan,” demikian dikutip dari laporan WSJ, Minggu (7/4/2024).

    Perselisihan mengenai perang Israel-Hamas memecah kampus Cambridge di Massachusetts, di mana ketegangan meningkat antara mahasiswa pro-Palestina dan Yahudi. Mahasiswa di Harvard dan universitas-universitas lain melakukan protes atas perang tersebut, dan para pemimpin bingung bagaimana harus meresponsnya.

    Harvard, di antara universitas-universitas lain, telah menghadapi kekhawatiran meningkatnya antisemitisme di kampus. Mantan Presiden sekolah tersebut, Claudine Gay, mengundurkan diri pada Januari setelah menghadapi tuduhan plagiarisme dan tuduhan bahwa dia tidak menanggapi antisemitisme di universitas dengan cukup mendesak.

    Sebuah komite DPR yang dipimpin oleh anggota Kongres dari Partai Republik sedang menyelidiki tanggapan Harvard terhadap antisemitisme. Investigasi sedang berlangsung, dan komite juga menyelidiki sekolah lain, termasuk Rutgers University dan University of California, Berkeley. Beberapa donor Harvard dan dewan alumni mengatakan mereka tidak senang dengan upaya sekolah untuk melindungi siswa Yahudi dari pelecehan.

    Setelah keputusan tindakan afirmatif Mahkamah Agung yang melibatkan Harvard, beberapa siswa sekolah menengah menyatakan kebingungan dalam mendaftar ke beberapa sekolah.

    “Kepercayaan terhadap pendidikan tinggi secara keseluruhan telah menunjukkan tanda-tanda penurunan,” menurut WSJ.

    Tingkat penerimaan Harvard untuk angkatan 2028 adalah sekitar 3,6%, tingkat tertinggi dalam tiga tahun, menurut data yang dirilis sekolah. Universitas ini menerima 1.937 siswa, angka terendah dalam setidaknya satu dekade.

    Pendaftaran ke Harvard mencapai puncaknya dua tahun lalu, menurut sekolah tersebut. Universitas ini telah menerima lebih dari 50.000 pelamar dalam tiga tahun terakhir. Antara tahun 2014 dan 2020, jumlah pelamar terbanyak di Harvard adalah 43,330 pada tahun 2019.

    Sementara, sekolah Ivy League lainnya mengatakan jumlah pendaftaran mereka terus bertambah. Universitas Pennsylvania dan Universitas Yale mengatakan mereka menerima pendaftaran terbanyak dalam sejarah mereka, dengan masing-masing lebih dari 65.000 dan sekitar 57.000 pelamar.

    Dartmouth College melaporkan hampir 32.000 lamaran. Pendaftaran ke Universitas Columbia juga meningkat menjadi sekitar 60.000 dari sekitar 57.000 pada tahun sebelumnya.


    Artikel Selanjutnya


    Bela Israel, Founder Victoria’s Secret Stop Donasi ke Harvard

    (Intan Rakhmayanti Dewi/mkh)


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.