Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Fakta Baru Universitas Harvard Mulai Sepi Peminat, Ada Apa?
    Inspiring You

    Fakta Baru Universitas Harvard Mulai Sepi Peminat, Ada Apa?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 April 2024Updated:3 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Universitas Harvard adalah salah satu kampus paling prestigius dan bergengsi di dunia. Setiap tahunnya, ada jutaan calon mahasiswa yang berjuang mati-matian demi bisa berkuliah di sana. Meski demikian, fakta baru menunjukkan bahwa Harvard mulai kehilangan peminat. Ada apa?

    Laporan Wall Street Journal (WSJ) mengungkap bahwa tingkat pendaftaran ke Universitas Harvard turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

    Harvard mengatakan pada Kamis (28/3/2024) bahwa pihaknya menerima 54.008 pendaftar untuk angkatan kelulusan 2028. Tahun sebelumnya, universitas tersebut memiliki hampir 57.000 pendaftar, dan untuk dua tahun sebelumnya, masing-masing sekitar 61.000 pendaftar dan hampir 58.000 pendaftar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penurunan total pelamar sebesar 5% didahului oleh penurunan pendaftaran awal ke Harvard sebesar 17%.

    “Tidak jelas mengapa jumlah pendaftaran mahasiswa menurun, namun penurunan ini terjadi pada tahun ketika Harvard menghadapi kekacauan setelah Hamas menyerang Israel pada Oktober lalu,” demikian laporan Melansir Wall Street Journal (WSJ), dikutip Rabu (3/4/2024).

    Perselisihan mengenai perang Israel-Hamas memecah kampus , di mana ketegangan meningkat antara mahasiswa pro-Palestina dan Yahudi. Mahasiswa di Harvard dan universitas-universitas lain melakukan protes atas perang tersebut, sementara para pimpinan universitas bagaimana harus meresponsnya.

    Tak cuma soal perang Israel-Palestina, Harvard juga diguncang kontroversi lainnya. Mantan Presiden sekolah tersebut, Claudine Gay, mengundurkan diri pada Januari setelah menghadapi tuduhan plagiarisme dan tuduhan bahwa dia tidak menanggapi antisemitisme di universitas dengan cukup mendesak.

    Sebuah komite yang dipimpin oleh anggota Kongres dari Partai Republik sedang menyelidiki tanggapan Harvard terhadap antisemitisme. Investigasi sedang berlangsung, dan komite juga menyelidiki sekolah lain, termasuk Rutgers University dan University of California, Berkeley. 

    Sejumlah donatur utama Harvard dan dewan alumni mengatakan mereka tidak puas dengan upaya universitas dalam melindungi siswa Yahudi.

    Saat Harvard mulai kehilangan peminat, universitas bergengsi lain yang masuk dalam grup Ivy League justru mengatakan jumlah pendaftaran mereka terus bertambah. Universitas Pennsylvania dan Universitas Yale mengatakan mereka menerima pendaftaran terbanyak dalam sejarah mereka, dengan masing-masing lebih dari 65.000 dan sekitar 57.000 pelamar.


    Artikel Selanjutnya


    Bela Israel, Founder Victoria’s Secret Stop Donasi ke Harvard

    (hsy/hsy)


    Innovation True Success
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.