Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bahaya Baru Intai Bandung Utara, Peneliti BRIN Kasih Warning
    Insight News

    Bahaya Baru Intai Bandung Utara, Peneliti BRIN Kasih Warning

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 April 2024Updated:2 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap ada bahaya longsor yang mengintai wilayah Badung Utara.

    Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Adrin Tohari mengatakan. hujan dan sesar lembang menjadi penyebab wilayah perbukitan di Bandung utara, yang mencakup Kota dan Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat hingga Cimahi, rawan bencana longsor.

    Lebih lanjut ia menjelaskan bagaimana perubahan tata guna lahan berdampak pada potensi bencana longsor di wilayah perbukitan Bandung. Menurutnya, hilangnya pohon yang menjadi penyerap serta kondisi tanah vulkanik yang belum mengalami pemadatan cukup membuat wilayah semacam ini rawan longsor.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sekarang bisa kita lihat banyak sekali pemukiman di situ [Bandung Utara]. Daerah-daerah perbukitan itu sudah berubah jadi pemukiman. Tentunya ketika satu kawasan terbuka maka tanah akan mudah sekali menyerap air hujan,” jelas Adrin, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (2/4/2024).

    “Daerah tanah perbukitan seperti di Lembang itu tanah vulkanik yang belum mengalami pemadatan, sehingga dengan mudah air masuk mengisi pori-porinya. Apabila itu menjadi jenuh air, maka yang terjadi longsor,” imbuhnya.

    Dengan demikian, perubahan tata guna lahan di daerah perbukitan memicu adanya bencana longsor.

    Ia kemudian menjelaskan tentang fungsi tanaman dalam mencegah longsor, yakni lewat akar yang dianalogikan sebagai sedotan dan daun-daunnya yang dianalogikan seperti kanopi.

    “Karena sudah tidak ada lagi akar yang menghisap air tanah. Kan fungsinya seperti sedotan, penghisap air, supaya terjadi keseimbangan. Dan juga tidak ada lagi yang menutupi permukaan tanah itu supaya air tidak masuk ke tanah secara berlebihan, tidak ada lagi kanopi,” terangnya.

    Adrin menyebut wilayah Bandung Utara perlu waspada terhadap bencana longsor yang bisa diakibatkan hujan dan yang berkaitan dengan sesar lembang.

    Sesar lembang

    Pusat Riset Kebencanaan Geologi sendiri melakukan pemasangan alat untuk memantau sejumlah titik di sesar lembang. Pemantauan di wilayah tersebut dilakukan karena riset yang sudah ada memperkirakan periode ulang sesar ini memiliki interval yang tidak lama.

    “Sesar itu punya periode ulang yang tidak lama. Jadi mungkin 100 tahun dari event yang terakhir. Itu yang sedang kita coba pahami kira-kira pada saat ini kondisi sesar lembang itu sedang menghimpun energi atau tidak,” terangnya.

    Salah satu wilayah yang dipantau adalah kawasan Gunung Batu. Adrin dan tim memasang alat Early Warning System (EWS) pergerakan tanah di kawasan tersebut untuk memonitor pergerakan lereng.

    Pasalnya, pergerakan atau guncangan sebesar apapun di wilayah tersebut dikhawatirkan membuat Gunung Batu melorot.

    Dengan pemantauan tersebut, para peneliti nantinya bisa memberikan peringatan jika hal itu terjadi.




    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.