Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Viral Bumi Gelap 3 Hari Mulai 8 April, Ini Kata Ahli BRIN
    Insight News

    Viral Bumi Gelap 3 Hari Mulai 8 April, Ini Kata Ahli BRIN

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 April 2024Updated:1 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Belakangan beredar di Facebook dan WhatsApp group sebuah video berbahasa Inggris yang dinarasikan Bumi akan mengalami kegelapan selama 3 hari, tertulis bahwa kejadian tersebut akan dimulai pada 8 April 2024.

    Dalam pesan yang beredar, fenomena itu disebabkan Bumi memasuki sabuk foton atau photon belt.

    Mengenai ini, peneliti ahli utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin menyatakan Bumi tidak akan mengalami kegelapan pada 8 April 2024.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jelas itu hoaks. Narasi Bumi memasuki photon belt [sabuk foton] juga tidak dikenal dalam sains,” kata Thomas, saat dikonfirmasi, Senin (1/4/2024).

    Menurut Thomas, semua alasan yang disebutkan sebagai penyebab kegelapan Bumi tidak punya dasar ilmiah.

    Lebih lanjut, ia mengatakan, Bumi memang pernah mengalami kegelapan total bertahun-tahun karena tumbukan asteroid sebesar 10 km. Tapi itu terjadi 66 juta tahun lalu.

    “Saat ini sampai 100 tahun mendatang tidak ada asteroid besar yang mengancam Bumi,” ujarnya.

    Dari berbagai bukti ilmiah yang ditemukan, diyakini bahwa Bumi pernah bertumbukan dengan asteroid raksasa, berukuran sekitar 10 km atau jika dibandingkan asteroid tersebut seukuran gunung.

    Bekas kawah tumbukan berdiameter 200 km ditemukan di Semenanjung Yukatan, Meksiko. Saat itu, debu halus dan asap hitam yang menyebar menyelimuti bumi menyebabkan Bumi gelap beberapa tahun. Dampaknya, cahaya matahari tidak bisa mencapai permukaan Bumi sehingga bumi mengalami musim dingin berkepanjangan dan proses fotosintesis terhenti.

    “Tumbuhan sebagian besar mati. Sebagian besar hewan juga mati dan punah, termasuk dinosaurus.” pungkasnya.

     




    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.