Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kejayaan iPhone Berakhir, Pakar Ungkap Nasib Miris Apple di China
    Insight News

    Kejayaan iPhone Berakhir, Pakar Ungkap Nasib Miris Apple di China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Maret 2024Updated:28 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama bertahun-tahun, Apple mendominasi pasar HP flagship di China. Namun masa kejayaan iPhone di China kian merosot sejak tahun lalu.

    iPhone dianggap tak lagi memiliki daya tarik seperti dulu. Selama enam minggu pertama tahun ini, yang merupakan musim puncak bagi konsumen di China untuk membeli HP baru, penjualan iPhone turun 24% dari tahun sebelumnya.

    Sementara menurut Counterpoint Research, penjualan salah satu rival Apple di China, Huawei, melonjak 64%.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ini menjadi masa yang penuh tantangan bagi Apple. Para analis mengatakan produk terbarunya, headset realitas virtual seharga US$3.500 yang dirilis pada Februari, masih butuh beberapa tahun lagi untuk mendapatkan daya tarik pelanggan mainstream.

    Selama satu dekade, China telah menjadi pasar terpenting iPhone setelah Amerika Serikat dan menyumbang sekitar 20% penjualan Apple.

    Kini, cengkeraman perusahaan tersebut di China dapat tergeser oleh serangkaian faktor, seperti perlambatan belanja konsumen, meningkatnya tekanan dari Beijing agar masyarakat menghindari perangkat yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan Amerika, dan kerasnya persaingan dengan pemain lokal seperti Huawei dan Xiaomi.

    Tanpa pengurangan tekanan geopolitik secara signifikan, akan sulit bagi Apple untuk mempertahankan posisinya.

    “Masa keemasan Apple di China telah berakhir,” kata Linda Sui, direktur senior di TechInsights, dikutip dari The Economic Times, Kamis (28/3/2024).

    “Salah satu alasan terbesarnya adalah meningkatnya ketegangan antara AS dan China mengenai perdagangan dan teknologi,” lanjutnya.

    Belum lagi Apple harus berurusan dengan hukum karena pelanggaran aturan di beberapa negara. Di Uni Eropa, Apple menerima denda sebesar US$2 miliar karena praktik streaming musik anti-kompetitif, dan gugatan pemerintah Amerika yang mengklaim Apple melanggar Undang-Undang Antimonopoli.

    Secara garis besar, pasar HP China terbagi oleh sejumlah perusahaan. Merek dalam negeri seperti Vivo, Oppo, dan Xiaomi bersaing dengan Apple dan Huawei untuk mendapatkan bagian terbesar.

    Apple mulai menjual iPhone di Tiongkok pada tahun 2009. Terakhir kali Apple kalah dari Huawei adalah pada tahun 2019, pemerintahan Trump secara tidak sengaja memperpanjang masa pakai Apple dengan membatasi perusahaan-perusahaan teknologi AS untuk bertransaksi dengan Huawei.

    Google, pembuat sistem operasi Android, dan beberapa perusahaan semikonduktor memutus dukungan mereka terhadap pembuat ponsel pintar asal China tersebut.

    Namun pembatasan dari AS malah memaksa Huawei untuk mengembangkan chip nirkabel dan sistem operasinya sendiri, sehingga menghasilkan teknologi di balik Mate 60 Pro.

    Sistem operasi ini telah menjadi daya tarik bagi pembeli di China, dan banyak perusahaan teknologi besar di sana yang telah membuat aplikasi khusus untuk sistem operasi tersebut, sehingga semakin membatasi pengguna dari platform yang digunakan di luar negeri.




    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.