Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Taktik Apple Rebut Hati Xi Jinping Usai iPhone 15 Merana di China
    Insight News

    Taktik Apple Rebut Hati Xi Jinping Usai iPhone 15 Merana di China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Maret 2024Updated:26 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Apple Tim Cook mencoba mengambil hati pemerintah China usai penjualan iPhone 15 jeblok. Dalam 6 minggu pertama tahun ini, penjualan seri iPhone 15 merosot 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Analis memprediksi penjualan iPhone 15 yang melambat masih akan terus terjadi hingga akhir 2024.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ada beberapa faktor pemicu iPhone 15 tak laku di China yang notabene merupakan salah satu pasar kunci Apple. Selain persaingan ketat dengan pemain lokal seperti Huawei dan Xiaomi, hubungan geopolitik China-AS yang memanas juga dinilai jadi biang kerok.

    Menanggapi kondisi ini, CEO Apple Tim Cook buru-buru mendekatkan diri ke pemerintahan Xi Jinping dengan menggelontorkan investasi yang signifikan.

    Baru-baru ini, Apple membuka toko ritel baru di Shanghai. Apple juga berkomitmen menggelontorkan investasi di bidang riset dan pengembangan di China.

    Cook juga terang-terangan mengumbar kecintaannya terhadap China dan masyarakatnya.

    “Saya sangat senang berada di sini. Saya mencintai masyarakat China,” kata dia dalam sesi pembuka di China Development Forum, dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (26/3/2024).

    “Di sini suasananya sangat hidup dan dinamis,” ujarnya.

    China Development Forum merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pemimpin bisnis dunia dan petinggi di Negeri Tirai Bambu. Ajang ini menjadi salah satu momen mencairkan ketegangan antara AS-China di sektor bisnis.

    Sejak tahun lalu, isu geopolitik antara AS-China berdampak besar pada sektor bisnis. Sebab kedua negara sama-sama melancarkan strategi hukum dagang yang membuat iklim investasi bisnis antar kedua negara menjadi tak menentu.




    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.