Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Gatal-Gatal Kaki Diabetes Ada Jenisnya, Cek Penyebab & Cara Mengatasi
    Inspiring You

    Gatal-Gatal Kaki Diabetes Ada Jenisnya, Cek Penyebab & Cara Mengatasi

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman24 Maret 2024Updated:24 Maret 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Datangnya penyakit diabetes adalah mimpi buruk bagi semua orang. Diabetes adalah penyakit yang bisa menyerang seluruh bagian tubuh, seperti di kulit. Karena itu, American Diabetes Association menyatakan masalah pada kulit bisa menjadi tanda awal datangnya penyakit ini.

    Dikutip dari DetikHealth, gatal sebagai tanda awal penyakit diabetes biasanya dirasakan di kaki. Rasa gatal itu dapat disebabkan tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Gula darah yang tak terkendali menyebabkan kerusakan pada syaraf dan mengganggu aliran darah di area tubuh tertentu, seperti kaki.

    Berikut sejumlah komplikasi yang bisa menjadi penyebab kaki gatal diabetes, dikutip dari berbagai sumber (Sabtu, 23/3/2024):


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    1. Neuropati perifer diabetes

    Diabetes yang terjadi dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan pada jaringan saraf di tungkai dan kaki. Kondisi ini dikenal juga sebagai neuropati perifer diabetes (Diabetic peripheral neuropathy).

    Selain gatal, neuropati perifer diabetes juga dapat menimbulkan gejala berupa:

    -Mati rasa atau kebas
    -Kesemutan
    -Sensasi terbakar pada kulit
    -Neuropati juga mendorong sistem kekebalan tubuh untuk melepaskan sitokin, yakni protein yang membantu mengatur respons peradangan. Protein ini dapat mengiritas saraf, sehingga menyebabkan gatal.

    2. Penyakit arteri perifer

    Gula darah tinggi juga dapat memengaruhi sirkulasi darah di kaki. Hal ini dapat berujung menjadi penyakit arteri perifer, sejenis gangguan peredaran darah.

    Sirkulasi darah yang tidak baik dapat membuat kulit menjadi mudah kering. Hal inilah yang kemudian membuat kulit tubuh, termasuk kaki, mengalami gatal-gatal. Tanda kulit kering pada kaki yang bisa muncul akibat penyakit ini antara lain kulit kasar, bersisik, dan pecah-pecah.

    -Selain itu, penyakit arteri perifer juga dapat menyebabkan gejala berupa:
    -Nyeri pada kaki saat berjalan
    -Lemah otot pada tungkai atau kaki
    -Mati rasa atau kesemutan pada kaki
    -Rambut rontok
    -Luka terbuka pada kaki yang lama sembuh

    3. Eruptive xanthomatosis

    Eruptive xanthomatosis adalah kondisi lain yang dapat dipicu oleh gula darah tinggi. Penyakit ini menyebabkan munculnya benjolan berwarna kekuningan pada kaki, tungkai, dan lengan. Benjolan-benjolan tersebut yang kemudian memicu munculnya rasa gatal.

    4. Necrobiosis lipoidica diabeticorum

    Necrobiosis lipoidica diabeticorum (NLD) adalah kondisi langka yang dapat dialami pengidap diabetes. Tercatat, hanya ada sekitar 0,3 hingga 1,2 persen pengidap diabetes yang didiagnosis mengalami kondisi ini.

    NLD terjadi akibat kerusakan kolagen yang disebabkan oleh perubahan pada pembuluh darah kecil di bawah kulit.

    Awalnya, NLD muncul berupa area yang kusam, merah, dan menonjol pada kulit. Setelah beberapa waktu, bagian kulit tersebut akan tampak seperti bekas luka mengkilat dengan pinggiran berwarna ungu. Pembuluh darah di bawah kulit juga menjadi lebih mudah untuk dilihat. Terkadang, NLD dapat menyebabkan gatal dan nyeri.

    Cara Mengatasi Kaki Gatal Diabetes

    Bila Anda merasakan gatal di kaki, ada langkah-langkah tertentu yang dapat dilakukan untuk meredakan kaki gatal diabetes, antara lain:

    -Mengonsumsi obat diabetes yang diresepkan dokter
    -Rajin berolahraga
    -Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
    -Mengoleskan pelembab pada kulit beberapa kali sehari, terutama setelah mandi atau berendam
    -Mandi dengan air hangat kuku
    -Menghindari produk kulit dengan bahan kimia atau pewangi yang keras
    -Menghindari pakaian yang dapat mengiritasi kulit
    -Tidak mengoleskan lotion di sela-sela jari
    -Membersihkan sisa air yang tertinggal di lipatan kulit atau sela-sela jari kaki



    Artikel Selanjutnya


    Kasus Diabetes Bayi Meroket, Orang Tua Perhatikan Gejala Ini!

    (dce/dce)


    Gaya Hidup Terkini Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.